JoSS, SEMARANG – Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Seminar Internasional Paradigma Baru dan Inovasi Ilmu Pengetahuan Alam dan Penerapannya ke-11 untuk memperingati Dies Natalis ke-64 Undip sekaligus Dies Natalis ke- 33 FSM. Konfrensi yang memiliki nama resmi International Seminar on New Paradigm and Innovation in Natural Sciences and Its Application (ISNPINSA) dilaksanakan pada Kamis-Jumat (14-15/10/2021) secara daring.
Dekan Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip, Prof. Dr. Widowati, M.Si, saat memberi sambutan pada pembukaan konfrensi menyatakan bersyukur di tengah pandemic Covid-19 yang masih mendera, konfrensi bisa dilaksanakan dan mendapat sambutan yang baik dari berbagai kalangan. “Kita bersyukur di tengah pandemi masih diberi kesempatan untuk berkreasi dan mengembangkan potensi,” kata Prof Widowati, Kamis (14/10/2021).
Sebagai gambaran, konferensi ISNPINSA ke-11 mendapat respon dari para mahasiswa tingkat sarjana dan pascasarjana, peneliti, dosen, dan perwakilan lembaga dari berbagai negara. Adapun sebagai tuan rumah, FSM Undip bekerja sama dengan MIPANet, sebuah jaringan kerjasama nasional lembaga pendidikan tinggi MIPA yang memfokuskan diri dalam pertumbuhan bidang MIPA di Indonesia.
Prof Widowati menegaskan, pandemi Covid-19 telah memicu dan mempercepat mobilisasi komunitas ilmiah, sehingga dituntut untuk meningkatkan akses publikasi ilmiah, memaksimalkan penggunaan perangkat digital, meningkatkan kolaborasi internasional, memacu berbagai kemitraan publik-swasta, bahkan dituntut membentuk kembali banyak aspek kehidupan menuju kehidupan baru.
Menghadapi era new normal yang diprediksi akan mengubah semua aspek kehidupan dan menghadirkan sejumlah ketidakpastian yang signifikan untuk masa depan, kreasi dan inovasi teknologi menjadi hal penting. Karena itu, ISNINSA ke-11 mencoba memfasilitasi brainstorming dan peningkatan inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan menuju era new normal.
Seminar Internasional Paradigma Baru dan Inovasi Ilmu Pengetahuan Alam dan Penerapannya (ISNPINSA) merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, sejak tahun 2011. Tujuan ISNPINSA adalah untuk memfasilitasi brain storming dan ekspos informasi mutakhir di bidang sains dan matematika; meningkatkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan di industri; berkontribusi dalam merumuskan strategi peningkatan peran ilmu pengetahuan bagi masyarakat; serta mendorong kolaborasi antara industri, peneliti, dan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: FK UNDIP Ajak 36 Dokter Untuk Mendalami Komputasi Biologi dan Bioinformatika Kesehatan
“ISNPINSA ke-11 diharapkan menjadi wadah pengungkapan hasil penelitian, pengalaman, ide-ide kritis dan inovatif terkait perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan menuju era new normal,” jelas Prof. Dr. Widowati.
Disebutkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era new normal seperti penggunaan Artificial Intelligent (AI), Big Data dan sistem Bioinformatika memainkan peran penting di semua aspek. Teknologi tersebut banyak membantu da dalam mempercepat diagnosis kasus positif, mengelola pandemi, dan mengurangi pandemi Covid-19 lebih lanjut.
“Kami rasa analisis dan diagnosis berbasis AI bisa membantu dokter mendiagnosis, menilai, dan meningkatkan keselamatan pasien dengan meningkatkan akurasi, kecepatan diagnosis, dan skrining dengan memberikan rekomendasi medis penting. Sebab, AI menggunakan algoritme pembelajaran mendalam untuk memecahkan masalah kompleks guna meningkatkan akurasi hasil,” ungkapnya.
Di sisi lain, analitik Big Data telah berhasil diterapkan untuk membantu mengidentifikasi kasus Covid-19 dan menghasilkan peringatan waktu nyata melalui analisis kunjungan klinis, riwayat perjalanan, dan gejala klinis. Lebih lanjut, sistem Bioinformatika yang menggunakan skrining obat virtual adalah pendekatan yang berguna dan terjangkau untuk mengidentifikasi agen antivirus yang efektif dan target protein potensial dengan cepat. Beberapa protokol yang digunakan untuk penemuan obat komputasi termasuk skrining virtual berbasis ligan/target, docking molekuler, pemodelan homologi, dan simulasi dinamika molekul.
Selain Dekan, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Inovasi Undip, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc.; dan Sekjen MIPANet Indonesia, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si.; serta Qidir Maulana Binu Soesanto, Ph.D. selaku Ketua Panita, turut memberikan sambutan.
Sedangkan nama-nama yang menjadi pembicara utama adalah Prof. Dr. Muhammad Ashraf Gondal (King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi); Prof. Dr. Irwandi Jaswir (Islam International University Malaysia (IIUM), International Institute for Halal Research and Training, Malaysia); Prof. Dr Dwi Hudiyanti, M.Sc (Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro); Dumaria Rulina Tampubolon, Ph.D. (Departemen Matematika, ITB, Bandung); Prof. Dr. Dietmar Haltrich (Institute of Food Technology); Prof. Dr. A Min Tjoa (Institute of Software Technology and Interactive System, Vienna University of Technology ; Prof. Dr. Mayumi Aoki (Faculty of Mathematics and Physics, Institute of Science and Engineering, Kanazawa University).
Kemudian Prof.Dr. Kusworo Adi, M.T (FSM Undip); Prof. Dr. Dra. Endah Dwi H, Msi (FSM Undip), Mahardhika Pratama, PhD, Prof. Dr. Dra. Sunarsih, Msi, (FSM Undip); Dr.rer.nat. Isom Hilmi (Industrial Focus Group XUV Optics, University of Twente Faculty of Science and Technology, Netherlands); Septi Perwitasari, Ph.D. (Space Environment Laboratory, National Institute of Communication and Information Technology, Tokyo Japan); Yosie Andriani HS, Ph.D. (Institute of Marine Biotechnology, University Malaysia Terengganu UMT); Nur Alia Oktaviani, Ph.D. (Bio macromolecules Research Team, RIKEN Center for Sustainable Resource Science (CSRS), Japan); dan Davin H. E. Setiamarga, Ph.D. (Department of Applied chemistry amd Biochemistry National Institute of Technology, Wakayama College, Japan). (wid)

Leave a Reply