Desa Wisata Gunung Api Purba, Nglanggeran Sudah Dibuka Kembali Untuk Wisatawan

Ilustrasi Embung Nglanggeran, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto: goodnewsfromindonesia.id)

JoSS, GUNUNGKIDUL – Desa Wisata Gunung Api Purba, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul kembali dibuka untuk wisatwan setelah tutup akibat pandemi Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjadi pengunjung pertama.

Menjadi wisatawan pertama di Nglanggeran pada Senin (11/10/2021), Sandiaga masuk dengan menjalani prosedur protokol kesehatan, melakukan scan QR Code.

Ia kemudian melihat situs Gunung Api Purba dan menaiki 100 tangga menuju puncak dengan mendapatkan penjelasan dari para pengelola. Kemudian melihat sentra produksi cokelat Nglanggeran serta penampilan kesenian lokal.

Sandi sempat memberikan saweran uang tunai kepada para seniman yang terlibat dalam menampilkan kesenian lokal. Menggunakan mobil bak terbuka, Sandi kemudian menuju di Embung Nglanggeran yang juga masih berada di kawasan desa wisata tersebut.

“Momentum ini diharapkan bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi Indonesia, khususnya industri pariwisata. Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki wisata edukasi berbasis wisata alam, budaya, dan edukasi dari kearifan lokal,” kata Sandi, sebagaimana dilansir dari harianjogja.com.

Baca juga: 337 Objek Wisata di Jateng Mulai Dibuka Terbatas, Ini Syaratnya

Ia sepakat, desa wisata tersebut dapat segera dibuka kembali agar perekonomian warga kembali menggeliat. Akantetapi harus melalui protokol kesehatan yang ketat. “Kami minta kepada pengelola untuk bersabar, tempat wisata akan segera dibuka,” katanya.

Sandiaga mengakui Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki daya tarik wisata tersendiri. Banyak keunikan di destinasi tersebut yang jarang ditemui di tempat lain. Ia sangat tertarik dengan suasana alam desa wisata tersebut.

Oleh karena Desa Wisata Nglanggeran menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Internasional Best Tourism Village yang digelar Organisasi Pariwisata Dunia PBB The World Tourism Organization (UNWTO).

“Sebelum menjadi nominasi ajang UNWTO, Desa Wisata Nglanggeran telah meraih banyak penghargaan baik nasional maupun internasional. Saya meminta Prof Azriel selaku dewan Juri Anugerah Desa Wisata Indonesia [ADWI] untuk membina dan mendukung Desa ini di UNWTO go internasional,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*