JoSS, JAKARTA – Pemerintah resmi menghapus cuti bersama Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021. Penghapusan tersebut dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 yang ada di Indonesia.
Cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 yang dihapuskan tertuang dalam surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2021.
“Kebijakan tersebut semata-mata dilakukan untuk membatasi pergerakan orang yang lebih masif menjelang libur akhir tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dikutip dari Antara.
Kemudian, ASN pun dilarang mengambil cuti yang memanfaatkan momen libur nasional. Pemerintah pun berharap masyarakat tak melakukan mudik atau pulang kampung.
“Saya mohon nanti ada kampanye besar-besaran untuk mengimbau masyarakat agar tidak berpergian. Tidak pulang kampung, atau berpergian atas tujuan-tujuan yang tidak primer,” katanya.
Muhadjir mengatakan, warga yang harus menempuh perjalanan wajib memenuhi persyaratan perjalanan dan menjalani pemeriksaan ketat. Persyaratan bagi warga yang hendak melakukan perjalanan di antaranya sudah menjalani vaksinasi serta membawa surat keterangan negatif tes PCR untuk pengguna sarana transportasi udara dan tes antigen untuk pengguna sarana transportasi darat.
“Sehingga nanti kita harapkan jumlah mereka yang akan melakukan perjalanan bisa dibatasi dan juga dikendalikan. Terutama di dalam pengawasan menghindari kemungkinan terjadinya gejala ikutan yaitu mereka pulang pergi membawa oleh-oleh Covid-19,” kata Muhadjir.
Baca juga: Bakal Jadi Syarat Perjalanan di Seluruh Moda Transpotasi, Jokowi Minta Tarif Tes PCR Rp300 Ribu
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan akan adanya potensi lonjakan kasus saat libur Natal dan Tahun baru 2021. “Penting diingat beberapa bulan kedepan kita hadapi Natal dan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan lonjakan kasus,” kata Wiku dalam jumpa pers daring, Selasa (26/10/2021).
Oleh karenanya, Wiku mengatakan, keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan mobilitas sangat penting untuk memastikan kasus Covid-19 dapat dikendalikan. “Sehingga cita-cita masyarakat yang produktif dan aman Covid dapat tercapai,” katanya.
Menurut Wiku, ketangguhan bangsa Indonesia akan terbukti, apabila saat memasuki tahun 2022 tak ada lonjakan kasus Covid-19. “Ingat bahwa ketangguhan kita sebagai bangsa kalau kita berhasil memasuki tahun 2022 tanpa ada lonjakan kasus,” katanya.
Selain itu, Wiku mengingatkan meski kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali, masih ada tugas besar lainnya yang perlu diperjuangkan. Hal tersebut yakni terkait peningkatan cakupan vaksinasi. Untuk itu, kata dia, semua pihak diminta untuk menangani hal tersebut dengan baik.
Menurut Wiku, saat ini kondisi pandemi di Indonesia sudah mengalami perbaikan. Hal ini, ucap dia harus terus dijaga. “Jangan sampai terjadi lonjakan kasus seperti di negara-negara lainnya,” ucap Wiku. Untuk itu, ungkap Wiku, diperlukan kerja sama seluruh pihak, sehingga kondisi pandemi di Indonesia dapat terus membaik.(lna)

Leave a Reply