ACT dan Wong Solo Group Cari 1.000 Pelaku UMKM di Solo Untuk Diberi Modal Senilai Rp1 Juta Per Orang

Foto: youtube Info Seputar Solo Raya Channel

JoSS, SOLO – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Group dan Wong Solo Group mencari 1.000 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk diberikan dana hibah untuk modal usaha sebesar Rp 1 juta per orang.

Hal itu tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) kerja sama pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Soloraya, yang telah ditandatangani bersama Rabu (20/10/2021).

Tapi dana itu tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berbentuk produk makanan dari PT Halalan Thayyiban untuk dijual.

Seperti diketahui, PT Halalan Thayyiban merupakan korporasi bagian dari Wong Solo Group pimpinan Puspo Wardoyo. Perusahaan yang lahir di masa pandemi Covid-19 itu melahirkan produk Makanku dengan berbagai cita rasa kuliner khas nusantara.

“Kita akan coba di Soloraya ini, pilih 1.000 usaha mikro untuk bisa menjual produk-produk dari Makanku. Modalnya dari wakaf tunai yang digalang global wakaf ACT, produknya disiapkan oleh PT Halalan Thayyiban Pak Puspo,” ujar Founder ACT, Ahyudin, seperti dilansir dari solopos.com.

Dia menjelaskan, para pelaku usaha mikro diharapkan mampu menjual seluruh produk yang diterima kepada konsumen. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan keuntungan maksimal yang bisa disisihkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca juga: Produk Wong Solo Grup Jajaki Pasar Eropa dan Amerika, Ini Keunggulannya

“Mudah-mudahan dengan modal Rp1 juta bisa menguntungkan. Kan ini modal tidak dikembalikan, ini hibah. Harapannya Rp1 juta pokok tidak hilang. Hasilnya dinikmati oleh mereka, hasil penjualan bisa belanja lagi, menggelinding terus seperti itu,” urai dia.

Ahyudin menerangkan para pelaku usaha mikro yang mendapatkan hibah modal Rp1 juta akan didampingi oleh Wong Solo Group atau PT Halalan Thayyiban. Tujuannya agar mereka berhasil menjual semua produk yang didapat dan mendapat untung.

“Maka siapa UMKM itu akan diseleksi. Bagaimana dengan benar melakukan usaha akan didampingi Wong Solo. Mudah-mudahan dengan modal Rp1 juta per pelaku usaha bisa menguntungkan. Dan tercipta ribuan usaha eceran berbasis Makanku,” kata dia.

Ahyudin menerangkan selama ini ACT concern dalam program-program penanggulangan kemiskinan di Tanah Air. Salah satu strategi untuk menanggulangi kemiskinan yang dilakukan ACT menurut dia dengan memberdayakan para pelaku UMKM di setiap daerah.

“Kami menghimpun modal wakaf tunai dari masyarakat luas, lalu mendistribusikannya sebagai modal UMKM khususnya usaha mikro. Di masa pandemi ini, ekonomi masyarakat ini jatuh luar biasa, PHK banyak. Usaha mikro terkendala modal,” ujar Ahyudin. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*