Setelah Setengah Abad Tidur, Gunung Cumbre Vieja Meletus 1.000 Warga Dievakuasi

Gunung Cumbre Vieja meletus (Foto: twitter @eldiarioes/elDiario.es)

JoSS, MADRID – Gunung berapi Cumbre Vieja meletus di Kepulauan Canary, Spanyol. Gunung tersebut memuntahkan lava, abu, dan kolom asap yang besar. Ini adalah pertama kalinya sejak 50 tahun lalu gunung berapi Cumbre Vieja, yang terletak di Kepulauan Canary di Samudra Atlantik, meletus 1971.

Dilansir AFP, letusan gunung berapi itu memicu evakuasi besar-besaran terhadap penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Cumbre Vieja. Kurang lebih 1.000 orang dievakuasi. “Letusan dimulai di zona Cabeza de Vaca, di El Paso,” pernyataan pemerintah setempat di akun Twitter-nya dilansir AFP, Senin (20/9/2021).

Warga yang tinggal di 12 daerah terdekat dengan Gunung Cumbre Vieja dievakuasi ke tempat penampungan yang aman. “Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati dan menjauh dari zona letusan untuk menghindari risiko yang tidak perlu,” pernyataan pemerintah setempat.

Kepala wilayah Canaries, Angel Victor Torres, menyebut wilayah di Gunung Cumbre Vieja sangat jarang ditinggali penduduk. Sejauh ini, belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat letusan gunung berapi.

Menurut dugaan pemerintah setempat, aliran lahar dari gunung berapi akan bergerak ke barat daya menuju permukiman warga, sebelum akhirnya mencapai pantai. “Lahar bergerak menuju pantai dan ada kerusakan material. Menurut para ahli ada sekitar 17-20 juta meter kubik lahar,” kata Torres.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan dirinya akan meninjau ke lokasi kejadian. Sejumlah agenda Sanchez terpaksa ditunda.

Baca juga: Antisipasi Badai Chanthu, Shanghai Tangguhkan Operasional Kereta Api dan Bandara

“Mengingat situasi pulau La Palma, kepala pemerintahan telah menunda jadwal keberangkatannya hari ini ke New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB,” tulis Sanchez di Twitter. “Semua layanan disiapkan untuk bertindak secara terkoordinasi,” lanjut Sanchez.

Operator Bandara Aena menegaskan penerbangan dari dan menuju Kepulauan Canary tidak terganggu. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan 200 personel Dinas Keamanan telah dikerahkan ke lokasi. Helikopter juga disiagakan.

Sebelum gunung berapi tersebut meletus, La Palma telah dalam siaga tinggi. Lebih dari 22 ribu gempa dilaporkan dalam waktu seminggu di Cumbre Vieja.

Pihak berwenang mulai mengevakuasi warga yang rentan dan beberapa hewan ternak dari desa-desa terdekat, sebelum letusan pada pukul 15.15 waktu setempat. Dua jam kemudian, ketika lahar mulai turun pemerintah setempat memerintahkan evakuasi empat desa, termasuk El Paso dan Los Llanos de Aridane.

Setelah malam tiba, rekaman video menunjukkan lahar menyembur dari gunung berapi tersebut dan mengalir ke sungai. Satu aliran lahar menelan rumah-rumah yang tersebar di El Paso.

“Ketika gunung berapi meletus hari ini, saya takut. Mungkin bagi jurnalis itu adalah sesuatu yang spektakuler, tapi bagi kami itu adalah tragedi. Saya pikir lahar telah mencapai beberapa rumah kerabat,” kata penduduk setempat, Isabel Fuentes, kepada televisi Spanyol TVE.

Seorang ahli vulkanologi di Spanish Geographical Institute, Stavros Meletlidis, mengatakan letusan itu telah merobek lima lubang di lereng bukit. Dia tidak bisa memastikan berapa lama aliran lahar itu akan berlangsung.

“Kami harus mengukur lahar setiap hari dan itu akan membantu kami mengatasinya,” ujar Meletlidis.

Ini adalah pertama kalinya gunung berapi Cumbre Vieja, yang terletak di Kepulauan Canary di Samudra Atlantik, meletus sejak 1971. Pada 1971, seorang pria tewas saat dia mengambil foto di dekat aliran lahar, tetapi tidak ada properti yang rusak. Menurut Spanish National Geographical Institute (ING), letusan paling awal yang tercatat di La Palma terjadi pada 1430.

“Saya berumur 5 tahun ketika gunung berapi terakhir meletus (tahun 1971).  Anda tidak akan pernah bisa melupakan letusan gunung berapi tersebut,” ujar Fuentes. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*