Percantik Kawasan Kota Lama, Patung Bung Karno di Polder Stasiun Tawang Diresmikan

Patung Bung karno di Polder Stasiun Tawang Semarang (Foto: youtube BETA TV)

JoSS, SEMARANG – Patung Soekarno, atau yang akrab disebut Bung Karno di polder Stasiun Tawang, Kota Semarang, baru saja diresmikan, Rabu (29/9/2021) sore. Peresmian patung tersebut dilakukan secara daring yang dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri.

Megawati yang merupakan putri dan ahli waris Soekarno menceritakan sejarah awal kemerdekaan, tepatnya tanggal Juni 1946. Waktu itu pemerintahan Republik Indonesia harus dipindah ke Yogyakarta.

Jawatan kereta api yang dulu bernama TNKA atau PJKA tersebut menyediakan dua kereta sekaligus untuk membawa pemerintahan dari Jakarta ke Yogyakarta. Megawati juga mengutip pidato Bung Karno yang berupa pantun.

“Ada satu pidato khusus dari Bung Karno tentang revolusi dan kereta api. Bunyinya ‘Siapa bilang saya dari Tegal, saya dari Majalengka. Siapa bilang revolusi kita gagal sebab kita punya TNKA (PJKA),” kata Megawati.

Patung Bung Karno setinggi 14 meter itu merupakan bagian dari proyek penataan Stasiun Tawang di area Kota Lama.

Baca juga: Sports Track Hutan Wisata Tinjomoyo Dibuka, Segini Tarif Masuknya

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo yang juga hadir secara virtual berharap adanya patung Bung Karno di polder Stasiun Tawang Semarang itu tak hanya mempercantik kawasan Kota Lama Semarang. Patung bapak proklamator itu itu juga bisa menjadi simbol semangat anak muda untuk berpikir ideologis dan kebangsaan.

“Patung ini kita harapkan menjadi semangat anak muda untuk berpikir ideologi, berpikir kebangsaan, dan bagaimana seorang pemimpin yang mau merasakan penderitaan rakyatnya, untuk itu tokoh Soekarno sangat luar biasa. Sekaligus beliau berani menantang dunia sehingga hampir seluruh pidato-pidatonya, speech-nya di dunia internasional selalu membikin orang terbelalak, ternganga, dan respect,” ujar Ganjar.

Ganjar juga menekankan kembali cerita yang disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri. Bagaimana perjalanan Soekarno muda sampai menjadi presiden yang penuh tantangan. Bagaimana peran tokoh-tokoh bangsa saat itu yang bersama-sama membidani lahirnya Republik Indonesia.

“Diceritakan juga hal yang kecil kenapa Bung Karno memanggil pemuda kita ‘Bung’. Itu memberikan satu semangat yang bagus dan gelora bagi anak muda. Ini yang membuat anak muda mesti paham,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*