Pengerjaan Fisik Proyek Tol Semarang-Demak Seksi II Capai 50%

Tangkapan layar pengerjaan Tol Semarang-Demak (Foto; youtube FPVRICO)

JoSS, SEMARANG – Deddy Susanto, General Manager Technical PT PP Semarang-Demak (PPSD) mengatakan pembangunan konstruksi jalan Tol Semarang-Demak untuk seksi II sudah mencapai 50%. Salah satu ruas yang bakal jadi bagian Tol Trans Jawa ini ditargetkan beroperasi tahun depan.

“[Pembangunan] fisiknya sedang kita genjot memang, kalau seksi II ini posisi sudah sekitar 50 persen. Untuk pembebasan lahannya, terakhir pada Agustus kemarin di 88,25 persen. Seharusnya sekarang sudah di angka 90 persen,”katanya, seperti dikutip dari Bisnis.com, Selasa (14/9/2021).

Deddy memperkirakan akhir tahun ini pembangunan fisik jalan tol yang merupakan tanggul laut tersebut mencapai 65 persen, dengan rata-rata penambahan 3-4 persen per bulan.

“Kita target itu di Juli 2022 selesai [pembangunan] fisik, setelah itu ada uji laik fungsi sekitar 1-2 bulan,” tambahnya.

Deddy juga mengungkapkan bahwa proses pengerjaan proyek tersebut tak menemukan kendala yang berarti. Mulai dari cuaca hingga kondisi tanah tak jadi halangan bagi PT PPSD untuk mengerjakan proyek Tol Semarang – Demak.

Baca juga: Limbah PLTU Bakal Digunakan Sebagai Bantalan Konstruksi Jalan di Proyek Tol Semarang-Demak

“Memang ada pengerjaan timbunan yang waktu tunggunya cukup lama. Itu sekitar 6 bulan sendiri, supaya tanahnya stabil. Masalah cuaca selama ini alhamdulillah aman. Kita harapkan untuk pengerjaan timbunan tersebut November ini maksimal selesai. Supaya setelah itu bisa tinggal menunggu saja, tanpa terganggu kondisi cuaca,” jelas Deddy.

Sementara itu, untuk infrastruktur tanggul laut, Deddy mengungkapkan bahwa proses pengerjaannya kemungkinan besar baru bisa dilakukan pada tahun 2022 nanti. “Tanggul laut itu masuknya di [Tol Semarang-Demak] seksi I. Sementara ini masih proses lelang. Diharapkan awal Oktober nanti sudah bisa dilakukan pengumuman pemenangnya. Setelah itu baru bisa dieksekusi, mungkin sekitar awal tahun depan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan akan menggunakan fly ash bottom ash (FABA) sebagai bantalan untuk menaikan elevasi pada proyek konstruksi jalan Tol Semarang-Demak.

Proyek jalan Tol Semarang-Demak rencananya bakal membentang sepanjang 26,7 kilometer. Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp5,4 triliun. Pada proses pengerjaannya, per Mei 2021, pembangunan proyek tersebut telah menyerap tenaga kerja non-padat karya sebanyak 718 orang dan tenaga padat karya sebesar 2.604 orang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*