Organisasi Profesi Nasional MAI dan FPIK Undip Gelar Konferensi Internasional Akuakultur

JoSS, SEMARANG – Organisasi profesi nasional Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) berkolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar konferensi internasional akuakultur bertajuk “The 10th International Conference of Aquaculture Indonesia” (ICAI).

Konfrensi yang  mengangkat tema “Aquaculture Thriving During the Pandemic” (Akua Kultur di tengah Pendemi) tersebut akan dilaksanakan pada 28-30 Oktober 2021 di Kota Semarang secara hybrid.

Chairman ICAI 2021, Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi, M.Si, mengatakan pemilihan tema tersebut disesuaikan dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat akuakultur dan bahkan semua profesi yang ada. Dia berharap konferensi menghasilkan rekomendasi yang bisa berdampak langsung untuk ikut serta memperbaiki keadaan.

Menurut Vivi Endar, ICAI merupakan forum internasional akuakultur tahunan yang diselenggarakan oleh MAI, dengan tujuan untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan informasi antara para ilmuan dan para pelaku industri akuakultur dari seluruh negara Asia Pasific dan lainnya.

Selain itu, juga mengupas tentang isu-isu penting terkini dan bagaimana menjawab melalui solusi-solusi strategis untuk kemajuan pembangunan industri akuakultur khususnya industri dalam negeri.

Baca juga: Optimalkan Sumberdaya Perairan, Dr. Ir. Suryanti : FPIK Undip Siap Cetak SDM Unggul 

“Seperti tahun-tahun sebelumnya forum ICAI 2021 akan diikuti dari berbagai kalangan mulai dari unsur peneliti, akademisi, praktisi, pengusaha, birokrasi, dan mahasiswa serta dari beberapa asosiasi perikanan lainnya,” katanya, seperti dilansir dari undip.ac.id.

Panitia mengagendakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, akan memberikan keynote speech pada ICAI tahun 2021. Sedangkan beberapa pakar akuakultur nasional dan internasional yang akan menjadi narasumber yaitu Prof. Rokhmin Dahuri, (Ketua Umum MAI), Dr. Albert Tacon (Amerika Serikat), Dr. Jean Yves Mevel (Perancis), Robin Mc Intosh (Vice President Charoen Pokhpand), Prof. Johannes Hutabarat (UNDIP), Prof. Slamet Budi Prayitno (UNDIP), Dr. Clive Jones (Australia), Shane Wilis (President OFI), Dylan Howell (Singapore), Dr. Haig Babikian (Central Proteinaprima) dan Dr. Maya Puspita (SELT Marine Group).

Adapun hasil-hasil penelitian terkini yang akan didiseminasikan dalam sesi scientific dengan beragam topik, diantaranya yaitu tentang Aquaculture Management & Technology, Diseases & Environment, Genetic & Breeding, Feed & Nutrition dan Biotechnology.

Dalam pelaksanaannya pertemuan akan dibagi menjadi 7 (tujuh) sesi forum bisnis dengan menghadirkan beberapa dari kalangan praktisi dan pelaku bisnis di masing-masing bidangnya yaitu ada 1) sesi bisnis udang, 2) ikan hias, udang, 3) ikan air tawar, 4) ikan air payau, 5) ikan laut, 6) rumput laut dan 7) digital teknologi akuakultur.  Kebijakan itu dimaksudkan untuk membangun link and match baik mulai dari kalangan akademisi, praktisi dan pelaku industri serta bagian wujud upaya menuju hilirisasi hasil-hasil penelitian kearah skala industri.

Tidak seperti tahun 2020 yang diselenggarakan secara offline, ICAI 2021 akan diselenggarakan secara hybrid yaitu offline untuk sebagian tamu tertentu dan full online untuk seluruh peserta menggunakan platform Zoom Meeting. Konferensi belum bisa dilakukan secara luring sepenuhnya karena masih dalam suasana pandemi covid-19. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*