
JoSS, SEMARANG – Beberapa rumah sakit di Kota Semarang sudah tidak merawat pasien Covid-19. Hal itu seiring menurunnya kasus Covid-19 di Kota Lunpia. Sementara vaksinasi bagi warga yang wajib divaksin ditarget rampung September untuk penyuntikan pertama.
Berdasarkan data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Senin (6/9/2021), kasus aktif di Kota Semarang tersisa 171 pasien. Sebanyak 135 warga Semarang dan 36 warga luar kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, dari 20 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini, beberapa rumah sakit sudah tidak merawat pasien Covid-19.
“RS Dr Cipto, RSJ, Sultan Agung, dan rumah sakit – rumah sakit tipe C rata-rata sudah tidak merawat pasien Covid-19. Rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) juga sudah tidak merawat,” sebut Hakam, dilansir lama resmi Pemkot Semarang.
Dari enam isolasi terpusat yang dimiliki Kota Semarang, sambung dia, lima diantaranya sudah ditutup. Saat ini, Dinkes hanya membuka isolasi terpusat di rumah dinas wali kota. Bahkan, pasien yang di rawat disana hanya tersisa delapan pasien.
Kasus harian sudah sangat turun yakni rata-rata di angka 10 pasien. “Kadang cuma lima. Alhamdulillah, sampai hari ini BOR di angka 7,8 persen,” tambahnya.
Adapun tingkat kesembuhan, sebut Hakam, juha terbilang cukup baik yaitu 94 persen pada pekan ke-33 dan ke-34 tahun 2021. Sebaliknya, angka kematian sudah menurun cukup drastis.
Baca juga: Testing Rate Covid-19 Semarang Enam Kali Lipat Dari Standar WHO
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota Jawa Tengah menembus 1.085.000 orang untuk suntikan pertama. “Untuk suntikan pertama sudah 1.085.000 orang dari total 1,3 juta jiwa penduduk yang menjadi sasaran,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi ini di Semarang, Senin (6/9/2021).
Adapun untuk vaksinasi suntikan kedua, kata dia, sudah mencapai sekitar 700.000 orang. Menurut Hendi, jika semua berjalan normal, vaksinasi untuk suntikan pertama ditargetkan bisa terselesaikan pada bulan September ini.
Oleh karena itu, Hendi meminta warga Kota Semarang selalu melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Situasi penanganan Covid-19 di Kota Semarang.
Kemenkes Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyebut selisih antara vaksinasi suntikan pertama dan kedua yang cukup besar ini akibat dukungan percepatan berbagai pemangku kepentingan. Ia mencontohkan vaksinasi oleh kepolisian dan TNI yang hanya memberikan suntikan pertama.
“Vaksinasi yang digelar kepolisian dan TNI ini larinya ‘kencang’,” katanya. Meski demikian, kata dia, Pemkot Semarang akan berupaya untuk mengimbangi pelaksanaan suntikan kedua bagi masyarakat agar selisih dengan vaksinasi pertama tidak terlalu tinggi. (lna)

Leave a Reply