Hindari Candi Asu, Ruas Proyek Tol Solo-Jogja di Klaten Dibangun Melayang

Ilustrasi pekerjaan jalan tol (Foto: kompas.com)

JoSS, KLATEN — Pelaksana proyek tol Solo-Jogja di wilayah Desa Keprabon, Polanharjo, Klaten melakukan rekayasa teknis dengan membikin jalan tol melayang di atas kawasan persawahan. Hal itu dilakukan untuk menghindari artefak berupa yoni yang dikenal dengan nama Candi Asu.

Dengan demikian, artefak berukuran panjang dan lebar masing-masing 79 sentimeter itu tak perlu dipindah. Sementara ketinggian yoni belum bisa dipastikan lantaran diperkirakan masih ada bagian yoni yang terpendam di dalam tanah.

Tak jauh dari Yoni, ada gundukan tanah berisi batu bata merah berukuran besar. Objek diduga cagar budaya berupa yoni itu berada tak jauh dari patok berwarna kuning yang menjadi titik tengah dari rencana ruas jalan tol Solo-Jogja.

Dilansir dari Solopos.com, proyek pembangunan jalan tol sudah dimulai di sejumlah wilayah salah satunya kawasan Desa Kranggan hingga Desa Keprabon, Polanharjo.

Sawah-sawah yang sudah dibebaskan mulai diuruk termasuk pada lahan sebelah yoni di tengah sawah Desa Keprabon. Namun, posisi yoni termasuk gundukan tanah masih tetap berada pada lokasi selama ini.

Kepala Dusun I Desa Keprabon, Gunawan Salafudin, mengatakan di Keprabon ada sekitar 71 bidang lahan termasuk tiga bidang tanah kas desa yang berada pada ruas jalan tol Solo-Jogja. Proses pembebasan lahan termasuk pembayaran uang ganti rugi sudah hampir selesai.

Pembayaran uang ganti rugi menyisakan satu bidang milik warga yang masih dalam proses pengurusan ahli waris serta tiga tanah kas desa yang masih dalam proses pencarian lahan pengganti.

Baca juga: Sultan : Tol Solo Jogja Tak Boleh Ganggu Situs Prambanan

Gunawan membenarkan sawah yang terdapat yoni termasuk dalam salah satu bidang lahan dibebaskan untuk proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Petugas dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten serta Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah sudah mendata dan mengecek ke lokasi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Yuli Budi Susilowati, mengatakan sudah ada pembahasan dengan pelaksana proyek tol Solo-Jogja ihwal keberadaan yoni tersebut. Dari pembahasan terakhir, pelaksana proyek bakal melakukan rekayasa teknis agar kawasan terdapat yoni tetap terlindungi.

“Kalau sesuai kesepakatan terakhir jalan tol akan dibuat layang di kawasan tersebut. Kebetulan di dekat lokasi itu ada sungai sehingga tiang jembatannya dibuat lebih banyak. Kami akan tetap memonitor prosesnya agar yoni tersebut tetap aman,” kata Susi.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksana Jalan Tol Solo-Jogja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Christian Nugroho, mengatakan proyek fisik jalan tol di wilayah Klaten sudah dilakukan setidaknya di lima desa.

Desa-desa itu seperti Desa Kranggan, Keprabon, dan Sidoharjo di Kecamatan Polanharjo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Delanggu, serta Desa Kuncen, Kecamatan Ceper.

“Keprabon sudah mulai pembersihan lahan. Untuk kegiatan saat awal ini pembuatan jalan poros desa dan saluran irigasi. Sehingga ketika konstruksi utama mulai jalan, saluran irigasi serta jalan tidak terputus,” kata Christian. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*