JoSS, SEMARANG – Universitas Diponegoro bekerjasama dengan sejumlah perhimpunan dokter spesialis meluncurkan meluncurkan Model Circuit Station, Penilaian Paripurna, Edukasi, dan Penanganan Kesehatan Lanjut Usia Peserta Prolanis di Puskesmas dan Klinik Pratama Kota Semarang.
Di antaranya Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik (PERDOSRI) Jateng-DIY, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI), Pemerintah Kota Semarang, Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (IKA MEDICA).
Kegiatan ini termasuk dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan masih dalam rangka Dies Natalis Fakultas Kedokteran Undip ke-60. Diadakan pada Minggu (19/09) pukul 09.00 WIB di Klinik Graha Syifa, Gunungpati Semarang.
Walikota Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi di seluruh dunia menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi Pemerintah Kota Semarang, khususnya mengenai masalah SDM (Dokter dan Perawat) serta fasilitas kesehatan.
Dia berharap dengan adanya inovasi Circuit Station ini akan semakin memperkuat SDM dan fasilitas kesehatan yang telah dimiliki sebelumnya.
“Kita melakukan upaya-upaya baik di tingkatkan Pemkot maupun di tempat pihak ketiga untuk meng-upgrade ruang-ruang pelayanan kesehatan yang semakin baik. Pengalaman pandemi Covid-19 ini membuka mata kita, kalau ternyata ketersedian Dokter dan jumlah kamar rumah sakit masih sangat kurang, khususnya di Kota Semarang. Kami sampaikan ucapan terima kasih yang luar biasa untuk kawan-kawan dokter, selama menangani Covid-19 ini oke semua, luar biasa,” jelas Hendi dalam pidatonya.
Baca juga: Fakultas Psikologi Undip Jadi Pusat Pengembangan Psikologi Berbasis Keluarga
Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Prof. Dr. dr. Dwi Pudjonarko, M.Kes.,Sp.S. (K)., menyebutkan Circuit Station merupakan inovasi yang tercipta dari tim FK Undip.
“Ini merupakan inovasi dari dosen-dosen kami, ini adalah hasil karya yang harus kita hilirisasi, harus bisa dinikmati oleh masyarakat”, ucap Prof Dwi Pudjonarko.
Peran Puskesmas dan Klinik Pratama akan menjadi ujung tombak pada program ini. Mereka akan mendeteksi lebih dini gejala-gejala yang timbul pada para lansia. “Ini baru program pecontohan, nanti akan diikuti oleh berbagai tempat,” lanjut Prof Onang, sapaan akrab Dekan FK Undip itu.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, dr. Lily Kresnowati, M.Kes. , menyambut baik, dan mengapresiasi terobosan inovasi yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Undip.
“BPJS Kesehatan menyambut baik dengan diluncurkannya model Circuit Station, penilaian ini sebagai upaya untuk memberikan informasi dan sosialisasi tentang penanganan kesehatan lanjut usia secara paripurna melalui sarana edukasi berupa buku, video senam yang diharapkan mampu melengkapi panduan klinis yang telah kami siapkan sebelumnya”, tambahnya.
Program Circuit Station akan mendukung program BPJS Kesehatan khususnya dalam pelayanan kesehatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Tujuan dari Prolanis sendiri ialah untuk mencapai kualitas hidup yang optimal bagi peserta Prolanis dengan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. (lna)

Leave a Reply