
BERWISATA di alam terbuka kini menjadi rujukan untuk berlibur di tengah pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang. Wisata alam relatif aman dalam meminimalkan risiko penularan, selama tetap mematuhi protokol kesehatan.
Di perbukitan di Sukoharjo, Jawa Tengah, terdapat pesona alam tersembunyi yang masih belum banyak diketahui masyarakat, namanya pegunungan batu Gunung Sepikul.
Destinasi wisata ini berada sekitar 20 kilometer arah selatan Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Gunung Lor, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah. Banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke sana dan mendaki puncaknya demi menikmati pesona pemandangan alam.
Melansir dari harianjogja.com, Gunung Sepikul terdiri dari dua bukit batuan api purba. Gunung ini terbentuk akibat letusan dari gunung api di Tenongan, Krisak. Gunung Sepikul merupakan salah satu kawah dari pusat kawah di Tenongan, Krisak. Kendati karakteristiknya mirip, tetapi Gunung Sepikul bisa dibilang lebih tua ketimbang Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul, DIY.
Jika dilihat dari jauh, Gunung Sepikul berupa dua bukit bebatuan yang menjulang di tengah hamparan sawah yang mengitarinya. Kedua bukit batu itu tampak seperti beban yang siap dipikul. Oleh karena itu, masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Gunung Sepikul.
Meski seolah menjulang tinggi, tetapi ketinggian gunung ini hanya 350 meter di atas permukaan laut (mdpl). Cara terbaik untuk menikmati pemandangan alam Gunung Sepikul adalah dengan mendakinya.
Lantaran gunung ini tidak terlalu tinggi, untuk mencapai puncak cukup menempuh dalam waktu sekitar 15-20 menit. Akses menuju ke puncak memang menanjak, tetapi tidak terlalu terjal sehingga cukup mudah dilalui.
Baca juga: DIY Minta Pelonggaran Syarat Perjalanan Bagi Wisatawan Yang Sudah Divaksin
Oleh karena itu, gunung ini sangat cocok didatangi oleh wisatawan atau penggemar tracking yang masih pemula. Kendati demikian, kesiapan fisik dan bekal minum perlu dipersiapkan sebelum mendaki.
Sampai di puncak Gunung Sepikul, mata pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan sawah hijau yang luas. Pengunjung juga bisa melihat pemandangan Gunung Lawu yang berada di sebelah selatan.
Selain menyuguhkan panorama alam yang indah, Gunung Sepikul juga menyimpan cerita yang identik dengan legenda Bandung Bondowoso. Warga setempat mempercayai bahwa konon Gunung Sepikul adalah bebatuan yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membangun Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Klaten dan Sleman.
Dikutip dari laman tiyaran-sukoharjo.desa.id, legenda mengatakan ketika Bandung Bondowoso berniat memperistri Roro Jonggrang, dia memberi syarat untuk dibuatkan 1.000 candi dalam satu malam. Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso pun mengerahkan bala bantuan jin sehingga 1.000 candi bisa berhasil
Karena tak suka dengan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang menipunya dengan membuat suasana seolah-olah sudah fajar. Bandung Bondowoso dan bala bantuannya pun marah dan meninggalkan batu-batu yang siap dipikul dan tempat itu sekarang dinamai Gunung Sepikul.
Keunikan dan keindahannya bahkan menjadikan gunung ini sempat dijadikan lokasi syuting film Wiro Sableng dan Saur Sepuh pada era 1990-an. Sejak dibuka sekitar 2016, kawasan wisata Gunung Sepikul mulai dipadati pengunjung. (lna)

Leave a Reply