Sepi Pengunjung, Pemilik Jip Wisata Lereng Merapi Jual Armada dan Alih Profesi

Ilustrasi (Foto: twitter @MERAPIJEEP_LC)

JoSS, SLEMAN – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna menekan penyebaran virus corona berdampak pada sepinya pengunjung di objek wisata lereng merapi. Kondisi tersebut membuat pemilik jip wisata terpaksa menjual armadanya guna menyambung hidup.

Jip- jip yang biasanya mengantar wisatawan berkeliling menikmati keindahaan lereng Gunung Merapi berhenti beroperasi, sehingga tidak ada pemasukan, sementara perawatan armada harus tetap dilakukan.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) wilayah Barat, Daldiri mengatakan, selama pandemi ini ada ratusan kendaraan jip yang sudah dijual. Dia menuturkan  biaya operasional terus berjalan, seperti untuk merawat kendaraan, gaji karyawan dan biaya hidup. Termasuk untuk angsuran bank dan BPJS kesehatan, maka terpaksa harus menjual kendaraan. Jumlah jip ada sekitar 1.200 unit.

“Saat ini tinggal sekitar 800-an unit yang eksis, sisanya dijual dan masuk bengkel,” katanya, belum lama ini seperti dilansir dari sindonews.com.

Selain menjual kendaraan, untuk mengisi kekosongan selama objek wisata tutup, anggota AJWLM ada yang beralih profesi sebagai petani dan tukang batu. Ini dilakukan untuk menghidupi keluarga masing-masing.

Baca juga: Waktu Kunjungan Wisatawan di Kawasan Malioboro Dibatasi Hanya 2 Jam

“Untuk itu, meski PPKM nanti diperpanjang lagi, namun berharap September 2021 diperbolehkan mulai beroperasi,” harapnya.

Menurut Daldiri, AJWLM sendiri dalam menjalankan usahanya tetap melaksankan protokol kesehatan dengan ketat, termasuk sudah melakukan vaksin. Untuk vaksin sudah mencapai 92 persen, sisanya karena ada kendala yang belum memungkinkan untuk divaksin.

“Nantinya kendaraan jip yang pemandunya sudah divaksin, ditempel stiker dan yang belum divaksin tidka boleh membawa penumpang, sehingga wisatawan aman dan nyaman,” paparnya.

Hal yang sama diungkapkan ketua AWJLM wilayah Timur, Bambang Sugeng. Ia berharap jip wisata lereng Merapi bisa segera beroperasi. Sebab banyak warga yang bergantung dengan aktivitas tersebut.

Warga lereng Merapi sendiri sekaerang dilanda dua bencana, yakni pandemi dan bencana alam erupsi Merapi. “Kami berharap, semua bencana tersebut segera berlalu dan kembali hidup normal,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*