JoSS, SEMARANG – Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum mengaku bangga, meski di tengah pandemi namun Undip mampu meluluskan mahasiswa yang siap kerja, dan dibekali dengan kemampuan Internet of Things (IoT) dan Artificial Inteligent atau kecerdasan buatan.
Hal itu diungkapkan rektor dalan Upacara Wisuda ke-163 Tahun 2021 yang digelar secara daring pada 25 dan 26 Agustus 2021. Dalam wisuda kali ini Undip meluluskan 3.101 orang. Rincian lulusan yang diwisuda kali ini yakni 1.572 lulusan S1, 294 lulusan S2, 26 lulusan program doktor, 1.092 lulusan DIII, serta tiga lulusan sarjana terapan.
“Wisudawan telah dibekali dengan wawasan dan keterampilan kerja mandiri, seluk beluk intenet of things (IoT), kecerdasan buatan, serta keterampilan bekerja secara daring. Ini berarti lulusan Undip benar-benar berkualitas dan siap kerja,” katanya.
Selain itu, kata dia, untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja, metode pembelajaran daring telah diselaraskan dengan model dan kondisi saat pandemi COVID-19.
Rektor menambahkan akreditasi unggul yang disandang Undip merupakan bentuk pengakuan masyarakat agar perguruan tinggi ini selalu menghasilkan lulusan yang tangguh, adaptif, dan siap berkontribusi untuk negeri.
Ia menambahkan Undip menduduki posisi tiga besar sebagai perguruan tinggi yang lulusannya cepat dalam mendapat pekerjaan. Universitas Diponegoro yang merupakan 1 dari 10 Universitas diantara 4.700 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk world class university ranks.
“Seleksi masuk Undip tidaklah mudah, para wisudawan telah bersaing sangat ketat dengan ratusan ribu pendaftar yang ingin kuliah di Undip. Bahkan untuk seleksi melalui SNMPTN raihan pesertanya 2 besar tertinggi di Indonesia tahun 2020 dan 6 besar tahun 2021. Untuk itu, para wisudawan juga mesti bangga menjadi alumni Undip,” ujar Prof. Yos.
Lebih lanjut Prof. Yos mengatakan banyak pihak meramalkan generasi saat ini yang mendapatkan pendidikan secara virtual, dibatasi hubungan sosial budaya, serta keagamaannya akibat pandemi Covid-19, merupakan generasi yang hilang atau lost generation.
Baca juga: Keren! Mahasiswa FKM Undip Banyak Yang Sudah Bekerja Sebelum Lulus
Generasi ini menurut dugaan mereka akan memiliki karateristik sebagai generasi yang kehilangan harapan, kehilangan kepercayaan keimanan dan keputusasaan.
“Memang tidak bisa kita pungkiri, perubahan mendadak atau revolusi industri 4.0 dengan disrupsinya beserta terguncangnya dunia dengan covid 19, telah merubah tatanan sosial. Namun kekhawatiran ini bisa teratasi dengan keimanan, dan tentu saja keluarga merupakan modal yang sangat besar dan pilar utama dalam membangun akhlak generasi saat ini,” Prof. Yos menambahkan.
Oleh karenanya para wisudawan harus menjadi sosok yang berkarakter, jangan bersedih, tak perlu terlalu khawatir, atau galau menghadapi kondisi saat ini, tetaplah berpikir positif, perkuat keimanan, dan semoga Tuhan akan memberikan kemudahan dan kelancaran saudara dalam menempuh karier di masa mendatang.
Wakil Rektor I, Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D menyampaikan jumlah lulusan periode ini sebanyak 3.101 wisudawan, yang meliputi Program Doktor 26 orang, Magister 294 orang, Spesialis 49 orang, Profesi 65 orang, Sarjana 1.572 orang, Sarjana Terapan 3 orang, serta dari jenjang Diploma 1. 092 orang.
Pada wisuda tahap ini terdapat wisudawan dari negara asing yaitu Heesam Dorni, yang bersal dari negara Thailand yang lulus dari program studi Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Shaka Kargbo dari negara Sierra-Leone lulusan Magister Teknik Elektro, Fakultas Teknik.
Selain itu pada wisuda tahap I terdapat 52 mahasiswa bidik misi dan tahap II terdapat 109 wisudawan penerima bidikmisi, yang merupakan beasiswa pemerintah bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik dan perlu dibantu untuk meraih prestasi. (lna)

Leave a Reply