Raja Malaysia Minta Parlemen Segera Serahkan Nama Calon PM, Anwar Ibrahim Disebut Calon Kuat

Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah (Foto: malaymail.com)

JoSS, KUALA LUMPUR – Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah memerintahkan anggota Dewan Rakyat untuk membuat pernyataan tertulis dengan mencalonkan calon terpilih sebagai perdana menteri, pasca pengunduran diri Muhyiddin Yassin.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia, Azhar Azizan Harun, meminta anggota parlemen untuk menyerahkan nama kandidat perdana menteri baru pengganti Muhyiddin Yassin kepada raja paling lambat besok, Rabu (18/8/2021).

Sebagaimana dilansir Reuters, Azhar menyatakan bahwa para anggota parlemen harus menyerahkan calon perdana menteri jagoan mereka kepada Raja Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah paling lambat pukul 16.00 waktu setempat.

“Dengan ini saya mengeluarkan pemberitahuan agar Anda menyerahkan deklarasi yang dengan jelas menyatakan satu anggota parlemen yang Anda yakini dapat menjadi Perdana Menteri ke-9,” demikian surat Azhar kepada para anggota parlemen, seperti dikutip MalayMail, Senin (17/8).

Parlemen harus menyerahkan daftar kandidat itu setelah Muhyiddin mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin. Meski sudah menyatakan mundur, saat ini Muhyiddin tetap memegang jabatan PM Malaysia sementara.

Meski belum ada daftar pasti, tiga nama politikus Negeri Jiran mencuat ke publik dan digadang dapat menjadi penerus Muhyiddin. Salah satu kandidat yakni Ismail Sabri Yaakob yang merupakan wakil perdana menteri era Muhyiddin.

Ismail Sabri disebut dapat meraup dukungan dari mayoritas koalisi Muhyiddin, Perikatan Nasional, yang menduduki 100 kursi di parlemen.

Meski demikian, belum jelas UMNO sebagai partai terbesar di koalisi akan mendukungnya atau tidak. Pasalnya, dia sempat menentang langkah UMNO ketika menarik dukungan dari koalisi Muhyiddin.

Nama Anwar Ibrahim, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), juga digadang sebagai salah satu kandidat kuat. Politikus 74 tahun itu telah berulang kali masuk nama kandidat PM, tetapi terus gagal.

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mengatakan Raja juga telah mendesak para politisi untuk bersatu memerangi  Covid-19 dan membentuk “politik baru”. Hal itu diungkapkan Anwar usai sesi pertemuan pemimpin partai politik dengan Agong, Selasa (17/8/2021). Dia menambahkan semua yang hadir juga mencapai konsensus untuk menghentikan “politik lama”.

Baca juga: Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin Akhirnya Mundur Dari Jabatan

“Agong (Raja) mengawali perintah dengan kata-kata nasehat, pengingat bahwa negara sedang dalam gejolak politik dan konstitusional, dan harus bersatu menghadapi Covid-19 dan (memulihkan) perekonomian. Agong juga menyebutkan (ketentuan) konstitusi (tentang) calon (perdana menteri) yang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen, tetapi bentuk politik harus diubah,” kata Anwar seperti dikutip media malaysiakini.

Mengomentari lebih lanjut, Anwar mengatakan pihak yang menang tidak bisa bertindak menekan pihak yang kalah seperti sebelumnya.

Selain Anwar, yang juga akan menghadapi Agong hari ini adalah Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Presiden PAS Tuan Ibrahim Tuan Man, Presiden Amanah Mohamad Sabu, Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng, Presiden Pejuang Mukhriz Mahathir, Sekretaris Jenderal Persatuan Hamzah Zainudin, dan perwakilan dari GPS dan Heritage.

Turut hadir Sultan Perak Sultan Nazrin Shah, yang merupakan Wakil Yang di-Pertuan Agong.  Sidang digelar Selasa (17/8/2021) menyusul pengunduran diri Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri setelah kehilangan dukungan mayoritas.

Menurut Anwar lagi, semua yang hadir perlu mencapai mufakat untuk menghentikan politik lama yang “melelahkan dan membosankan”.

“Kita akan jurus semula ke arah membangunkan. Isu bukan saja (berkenaan) pelantikan perdana menteri baru, tapi lebih penting seperti yang ditekankan Agong dan timbalan Agong adalah untuk menggagaskan satu bentuk politik baru yang lebih aman dan nyaman untuk rakyat,” katanya lagi.

Sebelumnya, pada Senin (16/8/2021) siang Raja Malaysia telah setuju untuk menerima surat pengunduran diri perdana menteri Muhyiddin Yassin. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*