Pandemi Bikin Puluhan Ribu Anak Menjadi Yatim Piatu, Kemensos Optimalkan Reunifikasi

Ilustrasi

JoSS, JOGJA – Kementerian Sosial akan mengedepankan proses reunifikasi dalam menyelesaikan persoalan bagi puluhan ribu anak di Indonesia yang mendadak menjadi yatim, piatu, atau yatim-piatu karena ditinggal orang tuanya yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Menurut Menteri Sosial Tri Rismaharini, anak tidak boleh kehilangan hak pengasuhan, mengembalikan (reunifikasi) ke dengan keluarga besarnya dan pengasuhan alternatif seperti orang tua asuh, wali, atau pengangkatan anak menjadi strategi utama negara.

“Kemarin kita sudah me-reunifikasi salah seorang anak bernama Vino (10) yang tinggal di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dia menjadi yatim piatu karena orangtuanya meninggal terpapar Covid-19. Vino berhasil dijemput oleh kakeknya yang berasal dari Sragen untuk selanjutnya diasuh oleh keluarga besar,” kata Risma, Jumat (6/8/2021).

Selain di Kutai Barat, cerita serupa Vino juga sudah dilakukan di Kutai Kartanegara, Samarinda, Sukoharjo, Purwakarta, Bekasi dan Muna. “Selanjutnya, tidak menutup kemungkinan kami juga akan merespon anak-anak di wilayah lainnya sesuai dengan laporan yang diterima,” ujarnya, seperti dilansir dari harianjogja.com.

Kemensos juga akan memberikan pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti bantuan obat-obatan, vitamin, tes swab/PCR, vaksinasi dan kebutuhan dasar anak lainnya, termasuk memberikan konseling kepada anak-anak dan keluarganya.

Diketahui, sejauh ini sudah tercatat 11.045 anak mendadak menjadi yatim, piatu, atau yatim-piatu karena ditinggal orang tuanya yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Baca juga: Bamsoet Minta Kemensos Tindaklanjuti Dan Laporkan Temuan Pungli Bansos

Satgas Penanganan Covid-19 juga mencatat jumlah anak yang positif Covid-19 dan meninggal menunjukkan lebih dari 350.000 anak positif dan 777 anak meninggal dunia.

Jumlah warga Indonesia yang meninggal akibat Covid-19 mencapai lebih dari 100.000 jiwa. Di Jogja, terdapat 142 anak yang ditinggal oleh orang tuanya

Kementerian Sosial mencatat hingga saat ini sudah tercatat 11.045 anak mendadak menjadi yatim, piatu, atau yatim-piatu karena ditinggal orang tuanya yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan data tersebut dihimpun per 20 Juli 2021, pihaknya akan terus mendata anak yatim piatu akibat covid-19.

“Para pendamping juga telah melaksanakan respons kasus untuk anak-anak tersebut. Respons terhadap anak-anak tersebut dilakukan secepat mungkin dan dalam kesempatan pertama,” kata Risma, Jumat (6/8/2021).

Dia merinci di Jawa Timur sudah tercatat 166 anak yang saat ini kehilangan orangtua karena Covid-19.

Dari jumlah tersebut 12 anak menjadi yatim piatu, 58 anak menjadi piatu dan 89 anak menjadi yatim serta 8 anak sedang dalam konfirmasi. Anak-anak ini tersebar di 7 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur.

Sementara di Jogja, terdapat 142 anak yang ditinggal oleh orang tuanya, sebanyak 19 anak kehilangan kedua orang tuanya, 92 anak kehilangan ayah dan 31 anak kehilangan Ibu.

“Terlaporkan juga sebanyak 10 orang dari 105 ibu hamil yang meninggal akibat Covid-19,” ucapnya.

Satgas Penanganan Covid-19 juga mencatat jumlah anak yang positif Covid-19 dan meninggal menunjukkan lebih dari 350.000 anak positif dan 777 anak meninggal dunia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*