Kasus Positif Turun Drastis, Sejumlah Tempat Isolasi Terpusat Di Semarang Ditutup

Balai Diklat SemarangF menjadi tempat isolasi terpusat pasien covid-19 (Foto: diklat.semarangkota.go.id)

JoSS, SEMARANG – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan Pemerintah Kota Semarang mulai menutup sejumlah tempat isolasi terpusat menyusul menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Dia menambahkan, lokasi isolasi terpusat yang mulai ditutup yakni yang berada di gedung Balai Diklat Semarang dan gedung Miracle Healing Center. Menurut dia, jumlah pasien yang dirawat di pusat-pusat isolasi terpusat juga mengalami penurunan signifikan.

Ia mencontohkan tempat isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang saat ini hanya tinggal merawat 8 pasien. Sementara warga yang menjalani isolasi mandiri, kata dia, tercatat sebanyak 45 orang.

“Kami mengimbau kepada warga yang menjalani isolasi mandiri untuk bersedia dirawat di pusat-pusat isolasi terpusat atau rumah sakit jika kondisnya memburuk,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Adapun tenaga kesehatan yang sebelumnya ditugaskan di pusat isolasi terpusat yang sudah ditutup, kata dia,n selanjutnya akan diperbantukan untuk pelaksanaan vaksinasi.

Sementara itu, berdasarkan data laman https://siagacorona.semarangkota.go.id hingga Selasa (24/8/2021) pukul 20.00 WIB tercatat jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 176 orang. Sementara jumlah pasien yang meninggal dunia tercatat sebanyak 6.279 orang.

Baca juga: Pelajar di Semarang Segera Masuk Sekolah Lagi

Diberitakan sebelumnya, penanganan Covid-19 di Jawa Tengah menunjukkan hasil yang positif. Dari minggu ke minggu, angka penyebaran kasus baru di provnsi ini terus menurun, bahkan saat ini penurunan terjadi sangat drastis.

Dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, Senin (23/8/2021), terungkap bahwa angka kasus baru di Jateng pada tanggal 22 Agustus lalu hanya 427. Padahal pada pekan-pekan sebelumnya, penambahan kasus baru di Jateng bisa mencapai 3000 perhari.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan selain penambahan kasus baru yang menurun, tren positivity rate juga mengalami penurunan. Dari semula 21,20 persen di minggu ke-32 menjadi 18,20 persen di minggu ke-33.

Tak hanya positivity rate, angka kasus kematian atau case fatality rate di Jateng juga mengalami penurunan. Pada minggu ke-33 lalu, kasus kematian Jateng sebanyak 6,30 persen dan saat ini menurun jadi 5,83 persen.

“Ini baru pertama kali angka kematian Jateng turun di bawah 6 persen,” imbuhnya. Selain positivity rate dan case fatality rate yang turun, bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit di Jateng juga terus menurun. Untuk BOR ICU yang awalnya sempat mencapai lebih dari 80 persen dan terakhir pada minggu ke-32 mencapai 55,04 persen, saat ini hanya 43,40 persen saja.

“Sementara BOR isolasi dari minggu ke-32 sebanyak 35,16 persen, saat ini tingkat keterisiannya hanya 23,05 persen,” pungkasnya.(lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*