JoSS, TOKYO – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga meminta maaf karena secara tidak sengaja melewatkan bagian pidato pada peringatan jatuhnya bom atom Hiroshima 76 tahun lalu. Padahal bagian yang terlewat itu berisi pesan penting dan mendalam terkait misinya mencapai dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Laporan media mengatakan Suga telah melewatkan satu halaman. Kesalahan itu diketahui ketika penyiar publik NHK berhenti menampilkan subtitle selama pidatonya pada upacara ulang tahun.
Kesalahan tersebut menarik perhatian karena kemeriahan acara yang diadakan setiap tahun untuk mengenang mereka yang tewas akibat ledakan bom atom Hiroshima.
“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf karena melewatkan beberapa bagian pidato saya di upacara tersebut,” kata Suga pada konferensi pers yang diadakan setelah upacara, Jumat (6/8/2021).
Menurut Kyodo News, bagian yang dilewati termasuk Jepang sebagai satu-satunya negara yang menderita bom atom Hiroshima serta misinya mencapai dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Suga juga sedang berada di bawah tekanan dari para kritikus akibat melonjaknya covid-19 karena Olimpiade Tokyo 2020. Dalam konferensi pers tersebut, ia mengatakan pemerintah tidak percaya melonjaknya infeksi Covid-19 karena Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo.
Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Wuhan Kembali Melonjak, Seluruh Warga Dites
Pemerintah juga akan berdiskusi dengan penyelenggara Olimpiade tentang masalah penonton Paralimpiade setelah penutupan Olimpiade. Olimpiade dijadwalkan berakhir pada 8 Agustus sedangkan Paralimpiade dijadwalkan dimulai pada 24 Agustus.
Dilansir dari tempo.co, kasus infeksi Covid-19 di Jepang mencapai satu juta pada Jumat (6/8), di tengah lonjakan yang terjadi di ibu kota Tokyo dan sejumlah wilayah lain akibat penyebaran virus corona varian Delta.
Seperti dilaporkan Reuters, kasus harian Covid-19 di Jepang hari ini bertambah 15.645 orang. Penambahan itu membuat jumlah keseluruhan kasus sejak awal terdeteksi mencapai 1.001.335.
Tokyo masih menjadi kota dengan jumlah kasus harian Covid-19 tertinggi dengan 4.515 orang. Sedangkan Prefektur Kanagawa mencatat lonjakan kasus hingga 2.000 dalam waktu kurang dari dua pekan. Sementara itu kasus infeksi di kota Osaka juga melampaui catatan tertinggi yakni sebanyak 1.310.
Kenaikan kasus itu membuat pemerintahan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memikul beban berat untuk menghadapi Covid-19. Sebab, Jepang pada tahun lalu dinilai sukses meredam penyebaran kasus Covid-19.
Melihat kenyataan kasus Covid-19 terus meluas, Suga menyatakan pemerintah bisa menerapkan status darurat nasional di seluruh negeri jika keadaan memburuk. “Kita harus mempertimbangkan kondisi di setiap wilayah. Setiap daerah punya cara berbeda,” kata Suga di sela-sela pidato peringatan Peringatan 76 Tahun Bom Atom Hiroshima.
Krisis Covid-19 juga membuat pemerintahan Suga semakin tertekan karena harus menggelar pemilihan umum pada Oktober mendatang.
Melihat kondisi kasus Covid-19 yang terus menanjak, Suga menyatakan pemerintah akan membuat keputusan terkait izin kehadiran penonton di ajang Paralimpiade pada 24 Agustus sampai 5 September setelah Olimpiade 2020 berakhir pada Minggu (8/8/2021) mendatang. (lna)

Leave a Reply