Curug Sidoharjo Kulonprogo, Keindahan Tersembunyi Dibalik Perbukitan Menoreh

Kolase foto: yoeldedefebriantz.wordpress.com/catatannobi.com

PAMOR Kabupaten Kulonprogo makin mencuat sejak dibangunnya Yogyakarta International Airport (YIA) dengan kereta bandaranya dan sebentar lagi didukung acanya jalan tol yang menghubungkan Solo-Jogja-Kulonprogo.

Kini pariwisata sekitarpun mulai dikembangkan. Kulonprogo terkenal dengan wisata alamnya yang indah. Tak hanya pantai, di sini ada sebuah air terjun yang konon merupakan yang tertinggi di DIY.

Belum banyak yang mengetahui keberadaan Curug (Air Terjun) Sidoharjo. Curug itu tersembunyi di balik Perbukitan Menoreh yang membentang di Kulonprogo, tepatnya di Dusun Madigondo, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh.

Banyak sumber menyebut, air terjun ini menjadi yang tertinggi di Kulonprogo, bahkan se-DIY. Luncuran airnya jatuh dari atas tebing dengan ketinggian tak kurang dari 75 meter dengan kemiringan 90 derajat. Curug Sidoharjo terlihat menjulang dengan gagahnya berkat tebing batu raksasa yang mengelilinginya.

Oleh warga sekitar, air terjun ini dijuluki Air Terjun Perawan. Konon, yang pertama kali menemukan lokasi wisata ini adalah seorang gadis. Namun, terlepas dari nama unik itu, curug itu memiliki pemandangan yang masih alami dan terkesan apa adanya.

Di sana, wisatawan bisa menikmati pesona air terjun dengan ketinggian yang tergolong spektakuler itu. Tak akan ada bosan-bosannya mata memandang ke derasnya aliran air yang terjun dari atas tebing itu.

Jika beruntung, Anda akan bisa melihat pelangi yang muncul dari pembiasan air dan cahaya matahari di bawah air terjun ini.

Memang belum banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Curug Sidoharjo. Selain menikmati keindahan alamnya, wisatawan bisa berendam maupun bermain air di kolam bening di bawahnya. Namun, satu hal yang wajib dilakukan ialah mengabadikan keindahan curug ini melalui kamera ponsel pintar Anda.

Baca juga: Desa Wisata Ketenger Tawarkan Pesona Pedesaan Swiss

Jika berangkat dari Kota Jogja, Anda akan menempuh jarak sekitar 31 kilometer dengan waktu tempuh berkisar satu jam. Ketika sudah memasuki kawasan Samigaluh, maka sudah banyak papan petunjuk jalan menuju Curug Sidoharjo di setiap simpangan jalan.

Untuk mengunjungi lokasi ini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat. Namun, pengunjung lebih disarankan menggunakan kendaraan roda dua karena jalan tergolong sempit dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Apalagi air terjun ini jaraknya jauh dari jalan aspal, sehingga Anda perlu memarkirkan kendaraan yang Anda bawa di rumah-rumah penduduk setempat. Dari area parkir, pengunjung masih harus berjalan sebentar kurang lebih 300 meter menuju lokasi. Namun tenang saja karena jalan setapak yang dilalui sudah dalam kondisi baik berupa cor semen.

Bagi yang menggunakan kendaraan roda dua, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menaiki motor tersebut mendekati pintu masuk air terjun. Meski begitu, harus tetap berhati-hati karena di sampingnya merupakan tepian jurang. Setelah memarkir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan sedikit menuju curug.

Dilansir dari Okezone, tarif masuk destinasi wisata ini cukup terjangkau lantaran belum banyak fasilitas yang tersedia di sana. Anda cukup membayar biaya parkir Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat serta jasa lingkungan sebesar Rp3.000. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*