Bukit Marmer Merah Menoreh Tak Kalah Cantik Dengan Yang Ada di Carrara Italia

Perbukitan Menoreh Desa Ngargoretno, Salaman, Magelang, Jawa Tengah (Foto: instagram adibinabrar)

KEINDAHAN alam berupa perbukitan marmer konon hanya ada dua di dunia. Adalah perbukitan Carrara, dengan kualitas marmer yang populer digunakan oleh maestro seni pahat kelas dunia ada di Provinsi Massa Carrara Lunigiana, Tuscany Italia.

Sementara perbukitan marmer merah satunya ada di Indonesia, tepatnya di Desa Ngargoretno, Salaman, Magelang, Jawa Tengah, atau yang sering disebut bagian dari perbukitan Menoreh.

Sekitar tujuh kilometer arah barat daya Candi Borobudur, perbukitan Menoreh membentang di antara tiga wilayah, yaitu Kabupaten Magelang dan Purworejo, dan Kulonprogo di DIY.

Salah satu desa di sana menyimpan potensi panorama yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain, yaitu wisata alam marmer merah. Batuan pualam itu membentang di Desa Ngargoretno, Bukit marmer merah ini disebut-sebut hanya ada dua di dunia, satu di Italia dan satu lagi di Magelang.

Tersembunyi di antara gugusan Perbukitan Menoreh, batuan marmer merah itu merupakan fenomena alam yang terbentuk selama ribuan tahun. Ia muncul dari proses kristalisasi alami antara batu kapur dengan mineral kalsit pada tekanan temperatur suhu tertentu.

Bukan sembarang bukit marmer, batuan di sana memiliki serat kemerahan. Sebab, jika batuannya digosok sedikit dengan air, maka batu-batu itu akan tampak serat kemerah-merahan.

Puncak bukit dan Museum Alam Marmer Merah di Desa Ngargoretno, Salaman, Kabupaten Magelang menjadi objek wisata baru yang menawarkan potensi alam yang indah dan menantang, sekaligus spot foto yang menarik.

Terdapat tangga batu, seakan terbuat dari batu biasa. Namun saat digosok sedikit dengan air, terlihat serat kemerah-merahan. Bukan hanya anak tangga buatan itu, melainkan bukit yang dinaiki ini merupakan batuan marmer merah.

Baca juga: Curug Sidoharjo Kulonprogo, Keindahan Tersembunyi Dibalik Perbukitan Menoreh

Setelah menyusuri anak tangga, di satu kelokan dibangun sebuah panggung dengan meja dan kursi menjorok ke lembah bukit. Silakan tantang keberanian anda dengan duduk-duduk menikmati kepala muda yang disediakan di sana atau berpose selfie.

Di spot setinggi 500 meter di atas permukaan laut ini, wisatawan bisa berfoto dengan latar perbukitan Menoreh atau menanti panorama matahari tenggelam.

Ukuran batuannya pun beragam, mulai dari besar lonjong, bundar, hingga tinggi memanjang. Oleh warga setempat, kekayaan alam itu dijadikan sebuah destinasi wisata bernama Museum Alam Marmer Merah Indonesia.

Sebagai jalur perlintasan wisata dunia Candi Borobudur, mengunjungi Museum Alam Marmer Merah Indonesia bisa menambah pengalaman yang berbeda. Museum alam itu terletak pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di sana, setidaknya ada tiga lokasi tumpukan batu marmer yang bisa dikunjungi wisatawan.

Wisatawan bisa mendaki tangga batuan marmer yang eksotis itu dan mengambil swafoto. Dari atas batuan marmer itu, wisatawan bisa menikmati panorama alam gugusan Perbukitan Menoreh yang eksotis dan menawan.

Tak berhenti dengan keelokan gugusan batuan marmernya, destinasi itu rupanya menyimpan rahasia lain dengan keberadaan gua marmer purba. Gua Purba itu berada di antara puncak Perbukitan Menoreh.

Gua Purba ini menjadi salah satu wahana alam pelengkap bagi wisatawan yang berkunjung ke Museum Alam Marmer Merah Indonesia. Karakternya seolah menjadi rongga udara bagi marmer merah di sana.

Dilansir dari Okezone, di dalam gua tersebut terdapat ruangan dengan ketinggian 2,3 meter. Untuk mencapai gua itu, pengunjung harus menaiki sekitar 287 anak tangga mulai dari pintu gerbang masuk wisata Museum Alam Marmer Merah.

Kini, wisatawan bisa menikmati cantiknya gua purba sekaligus bentangan batuan marmer merah itu di Desa Ngargoretno. Jika ditempuh dari Candi Borobudur, destinasi itu bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*