Usai Banjir Besar, China Kembali Diancam Badai di 4 Kota Ini

Seorang warga terlihat di jalan yang rusak akibat banjir setelah hujan deras di kota Gongyi, provinsi Henan, Cina 22 Juli 2021 (Foto: reuters.com)

JoSS, CHINA – Biro cuaca provinsi Henan China pada Kamis (22/7/2021) menaikkan peringatan badai untuk empat kota di utara Henan yakni Xinxiang, Anyang, Hebi dan Jiaozuo, menjadi merah, tingkat tertinggi dari sistem peringatan cuaca berkode empat langkah.

Sementara puluhan ribu orang dievakuasi dari daerah yang dilanda banjir di China tengah pada Kamis ketika para pejabat mengatakan korban tewas akibat banjir di Henan selama hampir seminggu bertambah menjadi 33 orang.

Lebih banyak kota terendam dan tanaman hancur saat cuaca buruk menyebar ke utara, dengan kantor berita resmi Xinhua melaporkan kerugian ekonomi langsung sejauh ini sebesar 1,22 miliar yuan atau Rp2,7 triliun.

Mengutip Reuters, korban tewas termasuk 12 orang yang tewas ketika kereta bawah tanah di ibu kota Provinsi Henan, Zhengzhou, sekitar 650 km barat daya Beijing, dibanjiri awal pekan ini. Delapan orang dinyatakan hilang di seluruh provinsi.

Lebih dari 73.000 orang dievakuasi dari kota Anyang, di perbatasan Henan dengan Provinsi Hebei, setelah dibanjiri lebih dari 600 mm curah hujan sejak Senin, kantor berita resmi Xinhua melaporkan.

Xinxiang, sebuah kota kecil di utara Zhengzhou, mencatat 812 mm curah hujan antara Selasa dan Kamis, memecahkan rekor meteorologi lokal, Xinhua melaporkan. Tujuh waduk berukuran sedang di kota telah meluap, mempengaruhi sejumlah desa dan kota terdekat.

Hingga Rabu malam, lebih dari 470.000 orang dan lebih dari 55.000 hektar tanaman terkena dampak hujan di Xinxiang, kata Xinhua, seraya menambahkan pemerintah setempat telah mengerahkan lebih dari 76.000 tim pencarian dan penyelamatan.

Di provinsi tetangga Hebei, dua orang tewas ketika tornado melanda kota Baoding.

Baca juga: China Dilanda Hujan Lebat Terparah Sepanjang Sejarah Hingga Kota Shengzhou Terendam

Banjir di Cina tengah, yang merendam sistem kereta bawah tanah Zhengzhou, telah mendorong pemerintah pusat China memerintahkan otoritas setempat untuk segera meningkatkan pengendalian banjir sistem transportasi perkotaan dan tanggapan darurat.

Militer China memperingatkan bahwa bendungan yang hancur akibat banjir bisa bertambah. Hal itu menyusul makin derasnya laju banjir di Bendungan Yihetan di Luoyang, Henan. Menurut laporan Channel News Asia, banjir di Luoyang telah menembus Bendungan Yihetan sepanjang 20 meter pada hari Selasa kemarin.

“Bantaran sungai rusak berat dan bendungan tersebut bisa hancur sewaktu-waktu,” ujar Tentara Pembebasan Rakyat Cina dalam keterangan persnya, memperingatkan warga Luoyang yang jumlahnya 7 juta orang, Rabu, 21 Juli 2021.

Militer China mengaku telah mengirimkan tim khusus ke Luoyang untuk merespon ancaman yang dibawa banjir itu. Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengarahkan banjir ke wilayah lain yang lebih terkendali.

Jika Bendungan Yihetan jebol, maka ia akan menjadi bendungan ketiga yang rusak akibat banjir. Sebelumnya, Bendungan Yong’an dan Xinfa di Morin Dawa Daur, Hulunbuir, yang hancur. Pemicunya, tinggi air Sungai Nuomin yang meningkat sepanjang Sabtu dan Minggu.

Pernyataan resmi Pemerintah Hulunbuir pada Senin kemarin menyataka 16.600 jiwa terdampak oleh bencana yang terjadi pada Ahad pekan lalu itu. Selain itu, lebih dari 20 ribu hektare areal pertanian tenggelam karenanya.

Kerusakan infrastruktur juga tidak kecil, mencakup 22 jembatan dan hampir sepanjang 10 mil jalan tol hancur. Untungnya, tidak ada korban jiwa. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*