Tak Hanya Siapkan Selter Pasien Covid-19, UGM Bantu Pasokan Oksigen Di RS Sardjito dan RSA UGM

Foto: ugm.ac.id

JoSS, JOGJA – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus bergerak dan berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19 di masa Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Terkini UGM memasok oksigen untu Rumah Sakit Sardjito dan RSA UGM.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M., mengatakan dengan menggandeng alumni dan mitra, yakni PT. Kaltim Methanol Industri dan PT. PLN (Persero) tadi malam telah datang bantuan pasokan oksigen  untuk RS Sardjito.

Sementara itu, lanjutnya saat ini juga tengah dalam perjalanan tangki dari PT. KMI Cilegon yang membawa sebanyak 12 ton oksigen untuk RSA UGM. “Sebanyak 15 ton dari PT. KMI dan 4 ton dari PT. PLN yang tadi malam,”katanya, dilansir dari ugm.ac.id, Kamis (15/7).

Paripurna menuturkan kedatangan pasokan oksigen ini tidak lepas dari peran alumni, yaitu Direktur Umum PT. KMI sekaligus Ketua Katgama, Ir. Agus Priyatno, para mitra maupun Ketua Majelis Wali Amanat, Prof. Pratikno, yang turut membantu mengoordinasi datangnya bantuan. Pendistribusian oksigen yang sudah datang ini nantinya akan dikoordinir oleh RS Sardjito.

“Harapannya ini akan mencegah atau mengantisipasi kekosongan oksigen di RS Sardjito,” imbuh Paripurna.

Tidak hanya saat ini, PT KMI dan PT PLN (Persero) juga berkomitmen untuk menjaga kontinuitas ketersediaan oksigen di RS Sardjito. PLN sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan Kemenkes untuk turut memantau berbagai rumah sakit yang mendesak mendapatkan bantuan pasokan oksigen.

Baca juga: Laboratorium UGM Tingkatkan Kapasitas Pemeriksaan Hingga 1.000 Sampel/Hari

Sebelumnya, UGM kembali menambah selter Covid-19 baru. Melihat banyaknya penyintas yang kesulitan mendapatkan tempat isolasi, UGM kemudian juga menyiapkan Wisma Kagama dan University Club (UC) Hotel sebagai tempat isolasi darurat mulai Rabu (14/7).

“Untuk penderita covid rujukan dari RSS (Rumah Sakit Sardjito) dan RSA (Rumah Sakit Akademik),” ungkap Priyo Sri Bawono, Manager UC Hotel UGM ketika dihubungi HUMAS UGM pada Selasa (13/7).

Wisma Kagama dan UC Hotel masing-masing memiliki 28 kamar dengan total 43 bed dan 71 kamar dengan 132 bed yang semuanya siap untuk digunakan. Priyo menuturkan pengelolaan kedua selter tersebut masih dilimpahkan kepada pihak UC Hotel.

Namun, pengelolaan, tentunya, tetap berada dalam pengawasan dan pendampingan tim RSA, RSS, dan Satgas Covid UGM.

UGM juga telah mengalokasikan beberapa gedungnya menjadi selter untuk penyintas Covid-19 bergejala ringan dan menengah. Gedung-gedung yang dialokasikan tersebut, seperti asrama mahasiswa, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Wanagama dan asrama Laboratorium Geologi di Bayat, Klaten, serta Mardliyyah Islamic Center (MIC) UGM. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*