KADAR atau saturasi oksigen dalam darah sangat penting bagi setiap orang untuk tetap bisa terjaga. Normalnya, saturasi oksigen dalam darah berkisar 95% hingga 100%.
Di era pandemi Covid-19 saat ini, banyak pasien yang mengalami penurunan saturasi oksigen dalam darah. Kondisi ini berbahaya jika tidak segera diketahui dan ditangani.
Menurut dokter Praseno Hadi dari RS Persahabatan Jakarta, salah satu alat untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah adalah dengan pulse oxymetri. Alat ini, menurutnya, sangat penting untuk dimiliki masyarakat terutama pasien Covid-19.
“Jika dulu kita memiliki thermometer dan tensimeter, saat ini alat untuk mengukur saturasi oksigen sangat penting,” ujarnya dalam siaran pers yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (5/7/2021).
Lebih jauh, Praseno mengatakan perlu ada perhatian khusus bagi pasien Covid-19 yang saturasinya kurang dari 90%. Idealnya, pasien tersebut mendapatkan bantuan oksigen. Jika tidak memiliki tabung oksigen, sambung dia, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen dalam darah.
Pertama adalah tidur tengkurap. Lakukan ini selama setengah jam hingga satu jam dan secara berkala. “Lakukan berulang-ulang. Tujuannya agar distribusi oksigen di dalam paru-paru lebih merata,” ujar pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.
Cara lainnya adalah dengan tidur miring, baik ke kiri dan ke kanan. Lakukan hal ini secara berulang-ulang. Tujuanya sama dengan tidur tengkurap.
“Kalau usaha itu tidak bisa kita lakukan, mau tidak mau kita harus membeli oksigen atau mengupayakan oksigen. Kalau itu juga tidak bisa, harus dirujuk ke rumah sakit. Itu cara menghadapi sesak napas,” kata Praseno.
Baca juga: Pastikan Suplay Oksigen Medis Aman, Jateng Bentuk Satgas
Studi yang diterbitkan di Annals of Intensive Care menemukan ada peningkatan oksigenasi berkelanjutan setelah sesi proning pertama secara independen yang berkaitan dengan peningkatan kelangsungan hidup dan pengurangan durasi ventilasi mekanis pada pasien Covid-19 kritis.
Dilakukan Juga di India
Menghadapi gelombang kasus positif Covid-19 dan tingginya kebutuhan oksigen, pemerintah India mengumumkan teknik proning untuk meningkatkan saturasi oksigen dan menjaga pasien ada di garis aman (saturasi oksigen di atas 94 persen).
Bagi pasien dengan saturasi oksigen di bawah 94 persen dan mengalami masalah pernapasan, teknik ini sangat disarankan. Berdasarkan dari edaran Kementerian Kesehatan India melalui Twitter, berikut langkah melakukan proning.
1. Proning menggunakan bantal
Siapkan beberapa bantal. Ambil posisi tengkurap dengan bantal menyokong leher, satu atau dua bantal di bawah panggul dan dua bantal di tumpuk sebagai penyokong tulang kering.
2. Proning tanpa bantal
Lakukan langkah-langkah berikut dan berikan waktu masing-masing 30 menit.
– Ambil posisi tengkurap.
– Posisikan tubuh miring ke kanan.
– Duduk dengan posisi menyandar pada tumpukan bantal.
– Sebaliknya, posisikan tubuh miring ke kiri.
– Kembali ke posisi tengkurap.
Aturan melakukan proning
– Hindari proning selama 1 jam setelah makan.
– Terus lakukan proning selama gejala bisa ditoleransi.
– Bantal bisa disesuaikan untuk mengubah area tekanan dan untuk kenyamanan.
– Pantau tiap luka tekan atau cedera terutama di sekitar tonjolan tulang.
– Proning tidak boleh dilakukan pada ibu hamil, kondisi deep vein thrombosis atau DVT (penggumpalan darah pada pembuluh darah vena), kondisi masalah jantung parah, tulang belakang tidak stabil, patah tulang paha atau pelvis. (lna)

Leave a Reply