
JoSS, JERMAN – Otoritas setempat mengabarkan lebih dari 1.300 orang di Jerman dilaporkan hilang dan belum ditemukan setelah banjir bandang mematikan yang melanda Eropa Barat. Hal ini mendorong upaya penyelamatan skala besar. Banjir bandang ini dipicu curah hujan terberat dalam seabad terakhir.
Melansir dari CNNIndonesia, Kepolisian setempat menyampaikan pada Kamis, aliran air yang deras menggenangi seluruh kota dan desa di Jerman barat dan selatan, menyebabkan bangunan ambruk dan penduduk terdampar. Sedikitnya 55 orang tewas di Eropa dan pihak berwenang mengatakan jumlah itu diperkirakan akan bertambah.
Jerman terparah dengan 49 korban tewas, sementara enam orang tewas di Wallonia, Belgia. Di Belgia, banjir juga merusak jaringan kereta api.
Di negara bagian Rhineland-Palatinate, Jerman yang paling terdampak parah, 1.300 orang diperkirakan hilang di distrik Ahrweiler, kata pemerintah setempat.
“Di beberapa wilayah kami belum pernah melihat curah hujan setinggi ini dalam 100 tahun,” kata Andreas Friedrich, juru bicara badan cuaca Jerman, Jumat (16/7).
“Di beberapa wilayah kami melihat lebih dari dua kali lipat jumlah curah hujan yang menyebabkan banjir dan sayangnya beberapa struktur bangunan ambruk.”
Friedrich menambahkan, selain Rhineland-Palatinate, wilayah Jerman di Rhine-Westphalia Utara dan Saarland juga terkena dampak terburuk.
Menurut ahli meteorologi CNN, Brandon Miller, total curah hujan ekstrem terjadi pada Rabu hingga Kamis pagi di sebagian besar Jerman barat dan wilayah Benelux, sementara di Rhine-Westphalia Utara dan Rhineland-Palatinate terjadi total curah hujan tertinggi.
Baca juga: Setelah Jepang, Kini 90 Pengusaha Taiwan Sewa Pesawat Untuk Pulang
Di North Rhine-Westphalia, negara bagian terpadat di Jerman, 30 orang ditemukan tewas, kata juru bicara negara bagian tersebut kepada CNN. Sementara itu sedikitnya 50 orang dilaporkan terluka dan jumlah orang yang hilang belum jelas.
Di Rhineland-Palatinate, sedikitnya 19 orang ditemukan tewas, tapi jumlahnya diperkirakan meningkat, menurut seorang juru bicara polisi di Koblenz kepada CNN.
Pada Kamis pagi di distrik Bad Neuenahr-Ahrweiler, lebih dari 1.000 polisi dan petugas kedaruratan dikerahkan. Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang sedang berada di Washington, DC, menyebut banjir mematikan ini sebagai “malapetaka”.
“Di sini di Washington, doa saya selalu bersama masyarakat di tanah air kita,” ujar Merkel dalam konferensi pers pada Kamis menjelang pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden.
“Tempat-tempat yang damai sedang mengalami malapetaka saat ini, yang bisa dikatakan sebuah tragedi. Hujan deras dan banjir tak cukup untuk menggambarkan ini, karena itu ini benar-benar sebuah malapetaka.”
Merkel menyampaikan fokus saat ini adalah penyelamatan dan tanggap darurat untuk mereka yang terdampak. Dia juga tetap berhubungan dengan Menteri Keuangan, Olaf Scholz, untuk membahas rencana strategi bantuan keuangan jangka panjang sebagai upaya pemulihan.Belanda perintahkan evakuasi
Kota Maastricht di Belanda menyerukan penduduk distrik Heugem dan Randwyck meninggalkan rumah mereka secepat mungkin karena meluapnya air sungai Meuse.
“Air di Meuse meningkat cepat. Kami memperkirakan air akan melewati dermaga di Randwyck/Heugem sekitar jam 3 pagi,” kata dewan kota Maastricht dalam sebuah rilis. “Ini berarti air akan berakhir di jalan-jalan dan rumah-rumah.” (lna)

Leave a Reply