
JoSS, SEMARANG – Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan pihaknya akan membuka sentra vaksinasi covid-19 di beberapa bandara dan stasiun. Vaksinasi ini diperuntukkan bagi calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan di masa PPKM Darurat.
Beberapa bandara yang telah siap melakukan vaksinasi covid-19 gratis adalah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Terminal 2 dan 3, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.
Beberapa stasiun di Pulau Jawa juga telah disiapkan untuk vaksinasi covid-19. Beberapa di antaranya adalah Stasiun Pasar Senen, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Yogyakarta, dan Stasiun Solo Balapan.
Adita menyampaikan langkah itu diambil sebagai upaya mempercepat vaksinasi covid-19 di Indonesia.
“Untuk memberikan layanan dan mendukung program vaksinasi pemerintah, telah dipersiapkan layanan vaksinasi covid-19 gratis di simpul keberangkatan seperti di bandara, stasiun kereta api, dan segera menyusul di terminal dan pelabuhan,” kata Adita dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Minggu (4/7/2021).
Adita mengatakan, vaksinasi covid-19 di bandara dan stasiun ini diperuntukkan khusus untuk para penumpang dengan menunjukkan tiket pesawat atau kereta api. “Vaksinasi covid-19 ini khusus penumpang dan harus menunjukkan tiket,” ucapnya.
Baca juga: Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan, Begini Cara Mengunduhnya
Perseroan Terbatas (PT) KAI Daop 4 Semarang telah menyediakan layanan vaksinasi gratis bagi calon penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Tawang Semarang yang menjadi salah satu syarat selama penerapan PPKM Darurat.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro di Semarang, Minggu, mengatakan, baru Stasiun Tawang yang tersedia layanan vaksinasi COVID-19 di wilayah daerah operasi ini. “Ke depan akan dilakukan penambahan secara bertahap,” katanya.
Menurut dia, tenaga kesehatan untuk melaksanakan vaksinasi bagi calon penumpang juga telah disiapkan daei bagian kesehatan PT KAI. Menurut dia, calon penumpang yang akan divaksin diminta untuk menyiapkan diri sesuai dengan jadwal keberangkatannya.
“Diimbau untuk datang paling lambat sehari sebelum keberangkatan,” katanya. Jika telah divaksin dan kantongi hasil negatif tes usap antigen, kata dia, calon penumpang dapat melaksanakan perjalanan.
Namun, lanjut dia, jika dalam pemeriksaan awal saat akan divaksin ternyata tidak memenuhi syarat, maka keberangkatan akan dibatalkan. Oleh karena itu, ia meminta calon penumpang menyiapkan diri dengan baik jadwal keberangkatannya agar tidak mengalami keterlambatan.
Ia menambahkan kuota vaksin yang disediakan KAI di masing-masing stasiun juga terbatas.
Seperti diketahui, sertifikat menjadi salah satu syarat perjalanan orang di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di sejumlah kota dan kabupaten. Mengutip keterangan resmi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), ada sejumlah perubahan dalam persyaratan bagi para penumpang kereta api atau syarat naik kereta api selama PPKM Darurat.
Hal ini berdasarkan SE Nomor 14 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19 dan SE Nomor 42 Tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19.
“Pada perjalanan kereta api antarkota, penumpang yang berusia 18 tahun ke atas wajib menunjukkan kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama,” demikian bunyi salah satu poin dalam SE tersebut. (lna)

Leave a Reply