
JoSS, JERMAN – Jerman telah melonggarkan akses masuk untuk empat negara yaitu Inggris, India, Portugal dan Rusia. Keputusan berlaku efektif mulai Rabu, 7 Juli 2021.
Lembaga Kesehatan Publik Jerman menyatakan negara-negara tersebut tak lagi masuk dalam kategori yang harus diwaspadai akibat varian corona baru.
Menurut Institut Robert Koch, dengan kebijakan baru itu, warga dari keempat negara itu dapat melakukan perjalanan ke negara tersebut dan menjalani karantina selama 10 hari. Masa karantina bisa dipersingkat menjadi lima hari jika mereka dinyatakan negatif Covid-19.
“Jika Anda telah menghabiskan waktu di daerah dengan insiden tinggi sebelum masuk, tes covid-19 tak boleh dilakukan lebih awal dari lima hari setelah kedatangan,” kata lembaga itu di situsnya, seperti dilansir dari tempo.co.
Sebelum klasifikasi diubah, pelancong dari empat negara tersebut dilarang masuk kecuali mereka adalah penduduk Jerman. Para pelancong juga harus menjalani karantina selama 14 hari pada saat kedatangan.
Keputusan berlaku efektif mulai Rabu, 7 Juli 2021. Sebelumnya Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada hari Jumat pekan lalu bahwa warga Inggris yang telah memiliki dua vaksinasi Covid-19akan segera dapat melakukan perjalanan ke Jerman tanpa harus dikarantina pada saat kedatangan.
Baca juga: Mencoba Hidup Normal, Singapura Mulai Biasakan Sikapi Covid-19 Seperti Influenza
Senin, 5 Juli 2021, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana mengakhiri pembatasan sosial dan ekonomi Covid-19 19 Juli 2021. Dilansir Bloomberg, Pemerintah Inggris meminta masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.
Penggunaan masker bakal dilonggarkan menjadi sukarela dalam semua kegiatan dan pemerintah tidak lagi mewajibkan masyarakat untuk bekerja dari rumah.
Seluruh kegiatan bisnis juga diperbolehkan untuk beroperasi kembali, termasuk klub malam, dan tidak ada kewajiban menunjukkan hasil tes maupun bukti vaksin untuk masuk. Keputusan akhir akan dikonfirmasi pada 12 Juli.
Pemerintah Inggris meyakini kasus Covid-19 dan jumlah pasien rawat inap di rumah sakit telah menurun dengan signifikan, yang didorong oleh program vaksinasi. Kasus Covid-19 kemungkinan akan kembali meningkat saat masyarakat diberikan kebebasan, begitu juga dengan jumlah pasien dan kematian, tetapi dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan dengan kondisi sebelum vaksinasi dimulai.
“Jika kita tidak membuka aktivitas masyarakat dalam beberapa minggu ke depan, kita harus bertanya kepada diri sendiri kapan kita kembali ke masa normal,” kata Johnson dalam sebuah konferensi pers.
Kami mencoba untuk beralih dari sistem aturan pemerintah yang sangat rumit, ke sistem di mana kami mengandalkan orang untuk menjalankan tanggung jawab pribadi,” katanya.
Kendati demikian, Johnson bersikeras akan meningkatkan beberapa pembatasan kembali di musim dingin jika virus melonjak lagi. “Jelas kita harus mengambil langkah apa pun yang perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat,” kata Johnson. (lna)

Leave a Reply