Di Tengah Lockdown, 14.495 Warga Filipina Di Evakuasi Akibat Erupsi Gunung Taal

Kolase, Gumpalan uap dan abu meletus dari gunung berapi Taal di Filipina (1/7) - Sejumlah warga berlindung di dalam pusat evakuasi yang diubah menjadi sekolah di Laurel, Batangas (1/7) (Foto: .abc.net.au/reportr.world)

JoSS, FILIPINA – Pihak berwenang Filipina mulai mengevakuasi ribuan orang usai status Gunung Taal dinaikkan menjadi waspada. Gunung itu erupsi, memuntahkan gas dan uap setinggi seratus meter. Pengungsian warga ini memicu kekhawatiran di tengah situasi pandemi Covid-19 dan pemberlakuan penguncian wilayah di negara itu.

Gubernur Provinsi Batangas Hermilani Mandanas mengevakuasi 14.495 penduduk dari daerah yang dekat gunung, Kota Agoncillo, ke wilayah yang lebih aman. Untuk membantu mengevakuasi warga, truk sampah pun dikerahkan. Sementara pusat evakuasi masih dipersiapkan.

Badan Seismologi dan Vulkanologi Filipina menetapkan status level 3 pada Gunung Taal, yang artinya intrusi magmatik di kawah utama dan dapat mendorong letusan berikutnya.

Kemarin, Kamis (1/7) pihak berwenang juga telah memperingatkan jenis letusan kali ini berpotensi lebih berbahaya daripada tahun lalu.

Air di kawah Taal mendidih sebelum dan sesudah letusan, menurut video yang diposting di halaman Facebook badan seismologi.

Magma bersentuhan dengan air kawah, yang kemudian berubah menjadi gas dan uap, yang dikenal sebagai letusan freatomagmatik.

“Freatomagmatic lebih berbahaya karena sudah ada interaksi dengan magma,” ujar kepala divisi pemantauan dan prediksi letusan, Badan Seismologi dan Vulkanologi, mengutip Reuters.

Badan Seismologi menyatakan Kota Agoncillo dan Laurel, yang terletak dekat Gunung Taal berada dalam bahaya letusan dan tsunami vulkanik. Merespons hal tersebut, Biro Bencana Nasional sudah memperingatkan gempa yang berkaitan dengan letusan gunung.

Taal adalah salah satu gunung berapi terkecil yang aktif di dunia. Meskipun hanya berada di ketinggian 311 meter, letusan gunung itu tetap bisa menyebabkan kematian. Pada tahun 1911 lebih dari 1.300 orang tewas akibat letusan Taal.

Kemudian, pada Januari 2021 lalu, Taal memuntahkan abu dan uap setinggi 15 km ke langit. Sehingga memaksa lebih dari 100 ribu orang mengungsi. Selain itu, penerbangan juga banyak yang dibatalkan akibat hujan abu lebat di Manila.

Baca juga: Tegas! Duterte Ancam Penjarakan Warganya Yang Tak Mau Divaksin

Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia, Pemerintah Filipina sejak akhir Juni lalu memutuskan memperpanjang larangan bepergian terhadap penduduk dan pembatasan kegiatan usaha di Manila dan sejumlah provinsi sekitarnya hingga pertengahan Juli akibat kasus infeksi Covid-19 di sejumlah daerah masih tinggi.

Mereka juga akan memperketat larangan itu di wilayah tengah dan selatan akibat lonjakan kasus infeksi virus corona, seperti dilansir Reuters, Selasa (29/6).

Keputusan itu disampaikan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Jumlah kasus kasus infeksi corona di Manila memang semakin menurun sejak April lalu. Namun, di sejumlah provinsi kasus infeksi Covid-19 masih tinggi.

Pemerintah Filipina saat ini tengah berkejaran dengan waktu untuk mendistribusikan vaksin dan melakukan vaksinasi.

Sampai saat ini ada 21 kota dan provinsi di luar Manila yang masih melakukan larangan bepergian ketat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Filipina juga melarang kedatangan orang dari Oman, Uni Emirat Arab dan negara-negara di kawasan Asia Selatan untuk mencegah penyebaran virus corona varian lain yang lebih cepat menular.

Juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque, menyatakan pemerintah daerah punya waktu dua hari untuk mengajukan banding atas keputusan Duterte.

Sampai saat ini pemerintah Filipina melakukan vaksinasi terhadap 2.5 juta penduduk, dari target 70 juta penduduk pada tahun ini.

Mereka sudah menerima 17.5 juta dosis vaksin yang sebagian besar buatan China, Sinovac. Mereka memesan 40 sampai 50 juta dosis vaksin dari berbagai produsen yang diharapkan tiba pada Juni hingga September mendatang.

Duterte juga meminta seluruh pemerintah daerah menyiapkan fasilitas penyimpanan vaksin yang dilengkapi mesin pendingin. Sampai saat ini tercatat ada 1.4 juta kasus infeksi corona di Filipina. Dari jumlah itu ada 24.456 orang meninggal. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*