[widget id="text-5"]

Tempat Isolasi Penuh, 700 Pasien Covid-19 di Kudus Bakal Dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan

Ruang isolasi di Kantor Desa Jepang Pakis, Kudus (Foto: detik.com)

JoSS, KUDUS – Sekitar 700 pasien Covid-19 asal Kabupaten Kudus akan dipindahkan ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). Pemindahan tersebut dilakukan menyusul ketersediaan tempat isolasi pasien Covid-19 di Kudus yang semakin menipis.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan pemindahan pasien Covid-19 tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Iya, rencana seperti itu [ratusan pasien Covid-19 di Kudus dipindah ke Asrama Haji Donohudan]. Tapi, nanti secara bertahap,” ujarnya, dilansir dari semarangpos.comMinggu (6/6/2021).

Kebijakan isolasi terpusat merupakan hasil rakor penanganan Covid-19 bersama Kapolri, Panglima dan sejumlah pejabat tinggi lain, di Comand Center, Minggu (6/6/2021).

“Pasien yang isolasi mandiri di rumah segera akan dievakuasi untuk isolasi terpusat. Rencana akan di Donohudan (asrama haji,red). Insyaallah, akan dilakukan mulai besok (7/6/2021),” kata Bupati Kudus Hartopo, usai pelaksanaan rakor.

Berdasarkan data Satgas, jumlah pasien Covid-19 Kudus yang menjalani isolasi mandiri di rumah sangat banyak yakni mencapai 1.230 orang. Jumlah pasien tersebut tersebar di hampir semua desa di semua kecamatan yang ada di Kudus.

Sedikitnya 60 desa dari 132 desa/kelurahan di kabupaten ini berada dalam zona merah.

Menurut Hartopo, Pemkab bersama pemerintah provinsi akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut. Kapasitas di Donohudan, mencapai 700 an. Adapun sisa pasien isolasi yang tak tertampung akan dioptimalkan pusat isolasi yang ada di Kudus.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menggila, Pemkab Kudus Ajak Warganya Di Rumah Saja Dua Hari Ke Depan

“Prioritas akan diarahkan ke sana karena fasilitasnya lebih lengkap dan lebih nyaman serta ada dokter spesialis. Untuk sisanya, kita optimalkan di sini (Kudus),” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto mengatakan persyaratan isolasi mandiri di rumah memiliki syarat yang tidak semua orang bisa memenuhi. Diantaranya adalah memiliki ruang terpisah dengan anggota keluarga lain serta tidak boleh berinteraksi dengan orang lain.

Dengan syarat yang sulit tersebut, kata Yulianto, Pemprov sudah mempersiapkan isolasi terpusat di dua tempat yakni asrama haji Donohudan dan Kampus BPMESD di Srondol.

“Kapasitasnya cukup banyak sekitar 800 pasien, dan hari ini kita siapkan personel untuk isolasi,”ujarnya.

Menurut Yulianto, untuk proses evakuasi akan menggunakan armada dari TNI /Polri. Yulianto mengatakan untuk hari ini, kemungkinan sekitar 300 pasien isolasi mandiri bisa segera dievakuasi.

Yulianto, mengungkapkan ruang isolasi terpusat di Donohudan tersebut saat ini sudah terisi sekitar 109 orang yang berasal dari Boyolali dan sekitarnya. Di sana, ada petugas yang standby 24 jam selama 3 sift.

“Setiap sift ada petugas dokter, perawat dan lainnya. Jika memang bertambah banyak, jumlah personel akan kami tambah,”ujarnya.

Yulianto menambahkan, para pasien yang akan dievakuasi tersebut adalah pasien yang saat ini menjalani isolasi di rumah-rumah.

Lebih lanjut, kata Yulianto, tempat isolasi dimanapun sebenarnya sama saja bagi pasien tanpa gejala. Seperti di desa, atau tingkat kabupaten sebenarnya sama saja. “Karena untuk mempercepat penanganan, maka kami akan tarik ke Provinsi,”tandasnya.

Hanya saja penarikan pasien gejala ringan untuk isolasi di tempat khusus tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]