Pasien Sakit Jiwa Dititip Dibangsal Sebelah, ICU RSJD Amino Untuk Pasien Covid-19

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau RSJD Amino Gondohutomo Semarang (Foto: jatengprov.go.id)

JoSS, SEMARANG – Pemprov Jateng terus melakukan mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan infeksi virus corona di wilayah ini. Salah satunya menyiapkan kamar isolasi dan tempat tidur ICU di sejumlah rumah sakit, salah satunya di RS Jiwa Daerah Dr Amino Gondohutomo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pihak RS Jiwa Daerah Dr Amino Gondohutomo mengakselerasi penambahan kamar isolasi dan tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19. Sehingga, dapat mengantisipasi apabila terjadi ledakan kasus.

“Jadi setelah kita melihat (situasi) tempat tidur penuh, rumah sakit penuh, kita mencoba cari jalan yang lain. Umpama ini ada Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo kita konversi,” kata Ganjar dilansir dari laman resmi jatengprov.go.id.

Pengonversian RSJD Amino Gondohutomo untuk merawat pasien Covid-19 sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Namun dia meminta pada pihak RS untuk menambah kapasitas.

Tempat tidur ICU yang saat ini berjumlah empat unit, Ganjar mendorong agar ditambah lagi. Pihak RSJD Amino Gondoutomo menyebut, ruang ICU bisa ditambah sampai empat tempat tidur ICU lagi.

Baca juga: Ganjar Tekankan Pentingnya Pengambilan Sampel Genome Sequencing Untuk Deteksi Covid-19 Delta

“Maka kalau kita bisa nambah setidaknya di sisi hulu BOR-nya betul-betul kita buat rasionya serendah mungkin,” ujarnya.

Terobosan itu dilakukan Ganjar, untuk mengoptimalkan rumah sakit yang dimiliki Pemprov Jateng guna penanganan Covid-19. Meski on going, Ganjar menyebut setidaknya penambahan sudah pasti bisa dilakukan dan pihak RS bersiaga.

“Ini berkejar-kejaran memang, agar bisa membuat kontijensi plan, seandainya ada situasi yang memang tidak bagus,” tandas Ganjar.

Direktur RSJD Amino Gondohutomo dr Alek Jusran menambahkan, saat ini keterisian pasien Covid-19 di rumah sakitnya sekitar 60 pasien. Kapasitas di RSJD Amino Gondohutomo sebanyak 115 tempat tidur.

“Kita menyiapkan angkanya adalah 115 (tempat tidur), tapi memang tidak serta merta semua bisa digunakan, karena juga sebenarnya sebagian ini kan kesepakatan bahwa ini pasien jiwa yang kemudian dititipkan di bangsal sebelah. Jadi ada pengosongan. Nah ini perlu waktu, perlu penataan karena memang standarnya berbeda,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*