Kaisar Naruhito Khawatir Olimpiade Tokyo Perparah Penularan Covid-19

JoSS, TOKYO – Perwakilan Badan Rumah Tangga Kekaisaran, Yasuhiko Nishimura menyampaikan kekhawatiran Kaisar Jepang Naruhito terkait penyelenggaraan ajang Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang dapat memperparah tingkat penularan Covid-19 di negaranya.

“Kaisar sangat khawatir mengenai status infeksi virus corona sekarang. Melihat kekhawatiran publik, beliau khawatir acara itu dapat menyebabkan infeksi menyebar,” kata Yasuhiko Nishimura.

Mengutip dari CNNIndonesia, Naruhito sendiri menjabat sebagai Patron Terhormat untuk gelaran Olimpiade Tokyo yang sudah tertunda setahun akibat pandemi Covid-19. Ia sebenarnya tidak memiliki kekuatan politik di Jepang. Namun, sosok kaisar masih sangat dihormati di Jepang.

Kekhawatiran ini dianggap sangat langka karena seorang kaisar Jepang sangat jarang merilis pernyataan publik. Kemunculan pernyataan ini pun dianggap sebagai tanda kaisar benar-benar khawatir akan penyelenggaraan Olimpiade.

Selama ini, warga Jepang memang terus menolak penyelenggaraan Olimpiade mengingat kasus Covid-19 di negaranya masih tinggi. Penularan Covid-19 di Jepang memang menurun dari rata-rata 6.000 per hari pada Mei lalu menjadi sekitar 1.400 saat ini.

Meski demikian, para pekerja medis tetap menyuarakan penolakan Olimpiade karena mereka sendiri saat ini masih kewalahan menangani pasien Covid-19.

Baca juga: Corona Menggila, Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo Pangkas 25 Ribu Ofisial Dari Luar Negeri

Keadaan akan semakin runyam karena kedatangan delegasi Olimpiade dari berbagai negara. Tak hanya delegasi perwakilan negara, kehadiran penonton di stadion juga dikhawatirkan dapat memperparah penularan Covid-19.

Pemerintah Jepang memang melarang penonton dari luar negeri. Namun, mereka dilaporkan bakal mengizinkan sekitar 10 ribu penonton dari dalam negeri. Para pekerja medis khawatir kehadiran begitu banyak orang di Jepang dapat membuat pandemi Covid-19 kian parah, apalagi dengan kemunculan varian baru.

Satu bulan atau 30 hari menjelang pembukaan pesta olahraga dunia empat tahunan ini, belum dipastikan pula apakah akan ada penonton atau tidak. Rencananya, keputusan soal penonton akan diputuskan dalam pertemuan pada 28 Juni 2021.

Sejauh ini, yang dicanangkan panitia pelaksana, pembukaan Olimpiade Tokyo bisa disaksikan secara langsung 20 ribu penonton. Jumlah tersebut termasuk para undangan, atlet yang terlibat dalam pembukaan, dan pejabat negara.

Selanjutnya, untuk pertandingan yang berlangsung di stadion dengan daya tampung tinggi, diperbolehkan menerima penonton hingga 10 ribu orang. Syaratnya, jumlah penonton tak melebihi 50 persen kapasitas venue pertandingan.

Namun, keinginan panitia ini mendapat tentangan dari pakar medis di Jepang. Dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda, hadirnya penonton dikhawatirkan meningkatkan risiko penyebaran secara meluas.

Sementara itu, sejumlah kontingen Olimpiade Tokyo 2020 sudah mulai berdatangan. Mereka datang lebih cepat untuk menghindari risiko tak boleh masuk karena terpapar virus corona saat dalam perjalanan atau kendala tak terduga lainnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*