
TINDAKAN Cristiano Ronaldo yang menggeser dua botol Coca-cola saat menjalani konferensi pers jelang Hungaria vs Portugal di Euro 2020 bikin heboh. Tak hanya menyingkirkan botol hingga tak terlihat kamera media, pemain asal Portugal menggantinya dengan air mineral dan bahkan menyarankan untuk konsumsi air mineral daripada minuman berkarbonasi.
Aksi Ronaldo ini berbuntut panjang, pasalnya Coca-cola adalah sponsor Euro 2020. Produsen minuman Coca-Cola bahkan harus kehilangan nilai pasar (market value) sebesar US$4 miliar, setara Rp57 triliun (kurs Rp14.254) pada perdagangan Senin (14/6). Pihak UEFA hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tindakan Ronaldo.
Melansir dari The Athletic Rabu (16/6), saham Coca Cola masih berada pada level US$56,1 per saham ketika pasar saham dibuka pada awal pekan. Sayangnya, setelah konferensi berakhir saham produsen minuman berkarbonasi itu turun menjadi US$55,2 per saham.
Itu berarti, saham Coca Cola turun 1,6 persen yang diikuti dengan penurunan nilai pasar sebesar US$4 miliar.
Saham dengan kode “KO” tersebut masih berada di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (15/6). Tercatat, saham Coca Cola turun 0,25 persen ke level US$55,41 per saham.
Pemain yang terkenal dengan julukan CR7 itu tidak hanya menjauhkan Coca Cola dari jangkaun kamera. Dia juga menampilkan mimik muda tidak senang seolah memberikan pesan penting kepada pendukungnya.
“Minumlah air, bukan Coke (Coca-Cola),” ujar Ronaldo dikutip dari Doentes por Futebol sembari mengangkat botol air mineral.
Aksi Ronaldo itu direspons oleh pihak Coca Cola.Menurut Coca Cola, setiap orang memiliki selera masing-masing soal minuman. “Pemain ditawari air, bersama Coca Cola dan Coca Cola Zero Sugar, pada saat datang di ruang konferensi pers kami,” kata juru bicara Coca Cola dikutip dari Daily Mail.
Baca juga: Jadwal Resmi Siaran Langsung EURO 2020
Pengacara dan Konsultan Hukum Olahraga asal Brasil, Marcel Belfiore, mengatakan UEFA tidak bisa menghukum langsung pemain jika dianggap melanggar terkait sponsor. UEFA hanya bisa menghukum asosiasi sepak bola negara terkait, dalam hal ini Asosiasi Sepak Bola Portugal (FPF).
Namun, Belfiore yakin FPF bisa menghukum Ronaldo karena dianggap melakukan pelanggaran di Euro 2020.
“Dalam kasus [Euro 2020] ini, yang melibatkan perilaku seorang pemain [Ronaldo] yang mungkin telah merugikan sponsor kompetisi, UEFA dapat mempertimbangkan untuk menjatuhkan beberapa sanksi kepada Asosiasi Portugal [FPF],” ucap Belfiore dikutip dari UOL.
“Setelah itu FPF dapat mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi kepada pemain Portugal tersebut, menyalahkan dia atas pelanggaran yang diberikan UEFA,” sambung Belfiore.Belfiore mengatakan UEFA memiliki peraturan khusus yang menangani masalah komersial terkait turnamen yang mereka buat. UEFA selalu menetapkan serangkaian peraturan yang harus ditaati asosiasi negara yang berpartisipasi dalam turnamen dan anggotanya masing-masing, dalam hal ini pelatih dan pemain.
Lebih lanjut Belfiore menyatakan hukuman UEFA terhadap FPF akan tergantung analisis. UEFA diyakini tidak akan asal-asalan memberi hukuman yang bisa memberi dampak buruk kepada Coca-cola.
“Semua tergantung analisis komersial dari dampak yang mungkin ditimbulkan oleh hukuman terhadap citra kompetisi dan sponsor, yang dapat melampaui dampak yang sudah disebabkan Ronaldo,” ucap Belfiore.
“Saya tidak ragu perjanjian sponsor yang ditandatangani antara Coca-cola dan UEFA berisi serangkaian aturan yang mungkin telah dilanggar oleh Ronaldo,” ujar Belfiore, dilansir dari CNNIndonesia. (lna)

Leave a Reply