Covid-19 Melonjak, Pemerintah Instruksikan Tempat Ibadah Di Zona Merah Tutup Dua Pekan

Ilustrasi

JoSS, JAKARTA – Pemerintah kembali menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro, yang berlaku pada 15-28 Juni 2021. Salah satu aturan yang dalam perpanjangan PPKM kali ini, tempat ibadah di zona merah akan ditutup selama dua pekan.

“Khusus tempat ibadah di daerah merah, ditutup dulu dalam dua minggu. Daerah zona merah antara lain Kudus, Bangkalan dan daerah-daerah merah lainnya, instruksi Mendagri-nya akan diterbitkan,” ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto , Senin, (14/6/20210).

Aturan lainnya, tempat kerja/perkantoran di zona merah menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen dan work from office (WFO) 25 persen. Sedangkan daerah zona kuning WFH sebesar 50 persen dan WFO 50 persen.

Sementara itu, dalam PPKM Mikro ini, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal masih tetap sama sampai pukul 21.00 dengan kapasitas 50 persen serta melakukan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian virus Covid-19 B.1.617.2 atau disebut juga varian Delta dari India memang sudah menyebar di Indonesia. Ia mengatakan varian ini mendominasi di beberapa daerah di Indonesia seperti di Kudus, DKI Jakarta, dan Bangkalan.

Baca juga: Mengenal Ivermectin Obat Yang Diklaim Ampuh Kalahkan Covid-19

“Kami tadi melaporkan kepada beliau (Presiden) di beberapa wilayah seperti di Kudus, DKI Jakarta, Bangkalan memang sudah terkonfirmasi Varian Delta B.1617.2 atau juga varian dari India mendominasi,” ujar Budi Gunadi dalam konferensi pers daring seusai rapat terbatas dengan Presiden, Senin (14/6/2021).

Menanggapi situasi ini Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kata Budi, memberikan dua perintah. Pertama, agar implementasi di lapangan terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro bisa diperketat.

Kedua, melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19. “Beliau meminta vaksinasi 700 ribu per hari bulan ini bisa disentuh, kemudian 1 juta untuk bulan depan bisa tercapai,” ujar Budi. “Karena varian baru ini penularannya lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan. Perlu dua hal itu dipercepat.” (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*