
JoSS, SOLO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta mengirimkan 10 dokter spesialis ke Kabupaten Kudus. Dukungan juga diberikan Pemerintah Kota Surakarta yang menyatakan kesiapannya penanganan COVID-19 menyusul melonjaknya jumlah kasus di daerah tersebut.
Direktur RSUD Dr. Moewardi Surakarta Cahyono Hadi mengatakan sepuluh tenaga kesehatan ini lima di antaranya spesialis paru dan lima spesialis penyakit dalam. Sudah dikirim semuanya. “Untuk penugasan 10 dokter spesialis ke daerah tersebut, akan dilakukan hingga mereka tidak lagi dibutuhkan,” katanya, seperti dilansir dari Antara.
Meski demikian, dia berharap tidak lagi ada penambahan kebutuhan tenaga kesehatan untuk penanganan lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu. “Kalau penambahan, kayaknya enggaklah. Masa enggak berakhir,” katanya.
Untuk tenaga kesehatan lain, kata dia, sejauh ini sudah dipenuhi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pihaknya juga siap jika sewaktu-waktu pasien COVID-19 dari Kudus dirujuk ke rumah sakit tersebut.
Ia mengatakan hingga saat ini tingkat keterisian rumah sakit masih di bawah 50 persen sehingga masih aman.
“Walaupun kami siap melakukan perluasan, penambahan ‘bed’ (tempat tidur). Kalau saat ini kami siapkan sekitar 190-200 bed. Pada prinsipnya kami sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap membantu dalam penanganan COVID-19 di Kudus,” katanya.
Baca juga: Tempat Isolasi Penuh, 700 Pasien Covid-19 di Kudus Bakal Dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan
Dukungan juga diberikan Pemerintah Kota Surakarta yang menyatakan kesiapannya membantu Kabupaten Kudus untuk penanganan COVID-19 menyusul melonjaknya jumlah kasus di daerah tersebut.
“Kami berkoordinasi, kalau penanggung jawabnya provinsi, intinya kami siap membantu. Rumah sakit yang di Solo menerima rujukan juga. Ini masalah semuanya, harus diselesaikan bersama-sama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Senin.
Terkait dengan hal tersebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit, yaitu jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan jumlah kasus dari daerah manapun agar pihak rumah sakit segera meningkatkan kapasitas tempat tidur.
“Ini sebagai tanggung jawab, bentuk kontribusi Solo ke daerah lain,” katanya.
Pada saat ini, kata dia, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang ada di Solo ada sebanyak 689 tempat tidur. Menurut dia, pada puncak kasus COVID-19 di Solo beberapa waktu yang lalu, kapasitas rumah sakit bisa mencapai lebih dari 800 tempat tidur.
“Pada saat ini BOR-nya (tingkat keterisian rumah sakit) di angka 69 persen, jadi masih cukup aman. Intinya kami siap melayani, tidak boleh membeda-bedakan dari mana, pasien harus diperlakukan sama, sejauh ini jumlah tenaga kesehatan juga mencukupi,” katanya. (lna)

Leave a Reply