Ayo Terapkan Prokes! IGD dan ICU RS di Semarang Penuh Tempat Isolasi Terisi 82%

Ilustrasi

JoSS, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta warganya untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat melejitnya jumlah kasus positif Covid-19 di kota ini.

Pria yang akrab disapa Hendi ini mengungkapkan peningkatan kasus Covid-19 cukup tinggi sehingga tempat isolasi hingga IGD di rumah sakit sempat penuh. Penambahan ruang isolasi pun dikebut agar sebuah bisa tertangani.

Data hari Selasa (15/6) kemarin ada 1.347 orang terkonfirmasi Corona di Semarang yang terdiri dari pasien dalam Kota dan luar kota yang datang ke Semarang.

“COVID sekarang di Semarang 1.347 pasien COVID. 797 warga Semarang, dari luar Semarang 550. Dua minggu ini kenaikan luar biasa. Kita tahu Lebaran sehari dua hari angka 200-300, sekarang warga Semarang saja sudah 797,” kata Hendi di kantornya, Selasa (15/6/2021).

Sehingga banyak rumah sakit di Ibu Kota Jawa Tengah ini yang kondisi keterisian tempat tidur untuk penanganan COVID-19 sudah mencapai 100 persen.

“Kalau kabar kalau rumah sakit penuh itu iya, tetapi kalau ketersediaan tempat tidur di tempat-tempat karantina tidak,” katanya di Semarang. Ia meminta masyarakat tidak perlu risau dengan kondisi tersebut, namun protokol kesehatan harus makin diperketat.

Dari total 1.771 tempat tidur di seluruh rumah sakit dan tempat karantina di Kota Semarang, kata dia, tingkat keterisiaannya saat ini sudah mencapai 82 persen. Menurut dia, meski terjadi kenaikan kasus COVID-19 selama dua pekan terakhir ini, angka kesembuhan di Kota Semarang juga cukup tinggi.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Semarang Tembus 1.321 Orang, Hendi Perketat PKM

“Kalau misalnya tempat karantina di rumah dinas wali kota penuh, besoknya pasti berkurang karena ada yang sembuh,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Ia juga mengimbau pengelola rumah sakit untuk memindahkan pasien yang kondisinya sudah membaik ke tempat-tempat karantina untuk menambah ketersediaan tempat tidur. Sementara itu pemkot juga sudah menyiapkan alternatif untuk menambah tempat-tempat karantina.

Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. “Mau varian baru atau varian lama, sama berbahayanya. Penyebarannya cepat. Semua harus lebih disiplin, lebih waspada, lebih ketat dalam protokol kesehatan,” tegasnya.

Penambahan diupayakan salah satunya sudah ada tawaran dari UIN dengan kapasitas 200 pasien, kemudian ada juga bangunan rumah sakit baru yang belum keluar izin operasi akan dimanfaatkan dulu untuk isolasi dengan kapasitas 100 pasien, kemudian juga ada salah satu gereja di kawasan Pantai Marina dengan kapasitas 50 orang ditambah gedung diklat Kota Semarang yang akan kembali difungsikan untuk isolasi dengan kapasitas 100 pasien.

“Berarti sudah ada tambahan 450. BOR ini 82 persen, nanti dengan tambahan 450 BOR bisa turun. Sekarang itu ada RS yang hampir 100 persen, kalau ICU sudah ada yang 100 persen,” tegasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*