JoSS, JAKARTA – Pemerintah kembali memperpanjang pelaksanaan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro selama 14 hari ke depan yakni pada 1-14 Juni 2021. Hal itu dilakukan menyusul tren peningkatan kasus Covid-19 dan kasus aktif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyampaikan, bahwa keputusan tersebut diambil dengan rujukan data peningkatan kasus positif dan kasus aktif Covid-19, terutama di empat provinsi yang tidak menerapkan PPKM mikro.
“Untuk PPKM mikro tahap selanjutnya 1-14 Juni mendatang maka Gorontalo, Maluku, Maluku Utara diikutsertakan. Ditambah provinsi Sulawesi Barat,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/5/2021).
Dengan demikian, kebijakan PPKM Mikro jilid 9 itu kini resmi diberlakukan di seluruh provinsi Indonesia atau di 34 provinsi. Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan, bahwa pascalibur Lebaran 1442 Hijriah, kasus positif Covid-19 melonjak menjadi sekitar 5.000 kasus per hari dari yang sebelumnya sekitar 3.800 kasus.
Selain itu, pemerintah juga terus memonitor pembentukan klaster di beberapa tempat seperti klaster tarawih di Pati, Banyumas, Banyuwangi, dan Malang; klaster pemudik di Klaten, Cianjur, dan Garut; hingga klaster halalbihalal di Cilangkap, dan pelaku perjalanan perumahan di Bogor.
Diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat per Senin (24/5/2021) kasus harian Covid-19 di Indonesia bertambah hampir 6.000, tepatnya 5.907 kasus. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat menempati urutan pertama kasus tertinggi.
Hari ini Jawa Barat mencatatkan sampai 1.420 kasus terkonfirmasi positif baru, kasus sembuh 1.450 orang, dan 19 orang meninggal dunia. Selanjutnya, Jawa Tengah mencatatkan 905 kasus positif, sembuh 886 orang, dan meninggal 14 orang.
Baca juga: Sebanyak 42 Nakes RSUD Cilacap Positif Covid-19 Usai Tangani ABK Filipina
DKI Jakarta melaporkan 819 tambahan kasus terkonfirmasi, 302 sembuh, dan 10 kasus meninggal. Sementara itu, Riau melaporkan tambahan 665 kasus positif, 202 orang sembuh, dan kematian 24 orang.
Kepulauan Riau yang mencatatkan 247 kasus Covid-19 baru, dengan 313 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia. Pada Senin (24/5/2020) tercatat ada delapan provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10, yaitu Bengkulu 8 kasus, Maluku Utara 4 kasus, Sulawesi Tenggara 2 kasus, Gorontalo 2 kasus, Papua Barat 2 kasus. Sementara itu, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Maluku tidak mencatatkan kasus baru.
Dengan tambahan 5.907 kasus, kumulatif nasional mencapai 1.781.127 untuk kasus terkonfirmasi. Sementara itu, jumlah yang sembuh hari ini bertambah 5.234 orang, sehingga totalnya mencapai 1.638.279. Kemudian, jumlah yang meninggal bertambah 127 orang atau kumulatifnya mencapai 49.455 kasus.
Tambahan jumlah kasus hari ini didapatkan dari pengujian pada 65.469 spesimen, yang diambil dari 54.406 orang. Dengan tambahan spesimen tersebut, total spesimen yang sudah dikumpulkan menembus 16.125.144. Selanjutnya, dari spesimen yang diperiksa, tingkat positivity rate harian Indonesia masih di angka 13,22 persen. Sementara jika dilihat dari jumlah orang yang diperiksa, positivity rate-nya 10,86 persen.
Saat ini tercatat kasus aktif atau kasus yang masih harus mendapat perawatan naik tinggi mencapai 93.393 orang dari hari sebelumnya 82.305. Seluruh 34 provinsi sudah terdampak. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, 510 di antaranya sudah mencatatkan infeksi Virus Corona. (lna)

Leave a Reply