
JoSS, SEMARANG – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah akan meninjau ulang prosedur standar keselamatan di setiap objek wisata guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang menimpa pengunjung saat berwisata.
Hal itu diungkapkan Kepala Disporapar Jateng Sinoeng N.Rachmadi, menanggapi terjadinya kecelakaan tenggelamnya perahu wisata air di Waduk Kedung Ombo yang menewaskan sembilan orang wisawatan.
“Terkait dengan peninjauan prosedur standar keselamatan yang dimiliki destinasi wisata di Jateng, kami sudah berkomunikasi dengan para pengelola wisata,” katanya, seperti dilansir dari Antara. Jumat (21/5/2021)
Dia menjelaskan peninjauan ulang prosedur standar keselamatan itu tidak hanya dilakukan pada objek-objek wisata yang berbasis waduk atau sejenisnya, tapi juga wahana wisata lainnya.
Pengetatan itu, lanjut dia, menyangkut tentang penerapan prosedur standar keselamatan termasuk kaitannya adalah operator peralatannya dan kelaikan sarana prasarananya serta sarana penunjang yang mengutamakan keselamatan bagi pengunjung.
“Jika itu tidak dipenuhi, maka kami secara tegas akan menutup, ke depan beberapa wahana permainan dan wisata air serta waduk perairan darat lainnya untuk dikurasi atau diverifikasi standarnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan bahwa objek wisata yang mengabaikan keselamatan para pengunjung akan ditutup dan dicabut izinnya sebagai bentuk sanksi tegas.
“Saya dikirimi videonya, ketika perahu belum berangkat, itu sudah melebihi kapasitas, mereka juga tidak dibekali jaket keselamatan. Saya minta pengelola harus bertanggung jawab, kalau perlu izinnya ‘direview’ atau kalau perlu izinnya dicabut,” katanya, belum lama ini.
Baca juga: Abaikan Keselamatan Pengunjung, Izin Pengelola WKO Bakal Dicabut
Hal tersebut disampaikan Ganjar terkait dengan tenggelamnya perahu wisata air di Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Boyolali, yang menewaskan sebagian besar penumpangnya pada Sabtu (15/5).
Objek wisata air di Waduk Kedung Ombo Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah hingga saat ini masih ditutup sejak terjadi kecelakaan perahu tenggelam yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia.
“Objek wisata WKO (Waduk Kedung Ombo) masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan melihat perkembangan situasi dan kondisi pasca-kejadian,” kata Wakil Kepala Polres Boyolali Kompol Afrian Satya Permadi mewakili Kepala Polres Boyolali AKBP Morry Ermond di Boyolali, Senin.
Pihaknya lebih mengutamakan kegiatan terkait dengan “post traumatic” atau penanganan gangguan pascatrauma bagi korban selamat dan keluarga korban yang meninggal dunia. Gangguan yang mereka alami, setelah mengalami kecelakaan air itu.
“Kami menyasarkan terhadap ‘post traumatic’, terutama di masyarakat sekitar objek wisata dan juga ke masyarakat keluarga yang menjadi korban dalam peristiwa itu,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo mengatakan Tim SAR gabungan setelah melakukan pencarian selama tiga hari, sejak Sabtu (15/5) hingga Senin ini dan telah menemukan sembilan korban kecelakaan perahu wisata penyeberangan ke warung apung di WKO. (lna)

Leave a Reply