Naik Pamor, Kebun Teh Nglinggo Samigaluh Kulon Progo Bakal Dikelilingi Resort Eksklusif

Kebun Teh Nglinggo Samigaluh (Foto: google)

JoSS, KULONPROGO – Kepala Dinas Pariwisata Daearah Istimewa Yogyakarta, Singgih Rahardjo mengatakan pengembangan Borobudur Highland akan membantu mengangkat potensi wisata di Yogyakarta bagian barat seperti pinggiran Kulonprogo yang selama ini terkesan masih kalah pamor dibanding kawasan lain.

Menurutnya, meski di wilayah ini sudah ada bandara baru yakni Yoygakarta International Airport (YIA), namun potensi wisata yang ada belum terdongkrak sepenuhnya, sehingga diperlukan akses melalui pengembangan pariwisata yang sudah lebih dulu di kenal internasional.

“Padahal di Yogyakarta bagian barat sudah ada Yogyakarta International Airport, dengan target wisatawan mancanegara, tentunya dengan pengembangan Borobudur Highland ini akan mendongkrak potensi pariwisata daerah sekitarnya,” ujarnya.

Kepala Badan Promosi Pariwisata DI Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Bendara menuturkan, Borobudur Highland menjadi satu jalan untuk perlahan menaikkan kelas pariwisata Yogyakarta. Keberadaan Borobudur Highland ini, dia melaanjutkan, menjadi potensi wisata baru yang kelak bisa menjadi referensi atau pilot project untuk membawa sektor pariwisata naik kelas.

“Rencananya tahun depan kami akan memilih satu destinasi wisata di setiap kabupaten/kota di DI Yogyakarta sebagai percontohan segmentasi pasar baru, khususnya wisatawan mancanegara,” katanya, seperti dilansir dari tempo.co.

Seperti diketahui, Badan Otorita Borobudur atau BOB telah merampungkan masterplan rancangan kawasan pariwisata zona seluas 309 hektare yang menjadi area penunjang wisata Borobudur.

Direktur Utama BOB, Indah Juanita mengatakan kawasan otorita yang bernama Borobudur Highland itu terletak di perbukitan Menoreh, perbatasan Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta dengaan Purworejo dan Magelang, Jawa Tengah.

Baca juga: BOB Susun Buku Panduan Perjalanan di 3 Destinasi Pariwisata Nasional

Kawasan Borobudur Highland ini bersebelahan dengan Kebun Teh Nglinggo Samigaluh Kulon Progo. “Masterplan Borobudur Highland ini rencananya untuk mewujudkan kawasan pariwisata terpadu berbasis resort dan menjadi produk pariwisata baru di Borobudur,” katanya di sela pertemuan dengan Dinas Pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata DI Yogyakarta di Yogyakarta, Kamis (6/5/2021).

Dari masterplan terlihat kawasan Borobudur Highland akan terbagi menjadi lima distrik atau zona. Meliputi Zona Gerbang Masuk (The Gate), Zona Resort Eksklusif (Exclusive Resort), Zona Wisata Petualangan (Adventure Tourism), Zona Wisata Budaya (Cultural Tourism), dan Zona Ekstrem (Extreme Tourism).

“Yang pertama digarap adalah Zona Resort Eksklusif,” kata Indah. Lantaran kondisi geografis di Borobudur Highland adalah perbukitan, maka bentuk resortnya tidak sama seperti penginapan di perkotaan. Resort yang dibangun, menurut Indah, lebih mirip vila yang menempel di perbukitan dengan total sekitar 1.050 kamar.

Badan Otorita Borobudur yang merupakan lembaga di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berbasis di Yogyakarta, Indah melanjutkan, fokus menyiapkan infrastruktur dan akomodasi pada tahun ini. Dari sisi infrastruktur, dalam waktu dekat akan dibangun jalan pendukung dari Pasar Plono Samigaluh ke Borobudur Highland. “Pembangunan infrastruktur dikerjakan secara bertahap, tidak mungkin selesai semua tahun ini,” ujarnya.

Indah memberikan gambaran kawasan Borobudur Highland ini mirip kawasan Hutan Mangunan di Bantul, Yogyakarta. Bedanya, luas Borobudur Highland mencapai sepuluh kali lipatnya. Di Borobudur Highland juga bakal tersedia sejumlah sarana dan wahana, antara lain area komersial UMKM, amphitheater, taman Anggrek, tree top cycling, mountain biking. Adapula multimedia night walk, zip coaster, outbond centre, children playgroup, kebun binatang mini, spa, pusat kebugaran, sampai forest tracking dan off road.

Masterplan Borobudur Highland, kata Indah, mengusung tema cultural eco-resort. Proyek ini ditaksir memiliki nilai investasi hampir Rp 1,5 triliun dan diperkirakan menyerap tidak kurang 1.800 tenaga kerja di seputar zona otoritatif. “Borobudur Highland ini jelas bersinergi dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dalam rencana pembangunan tersebut juga memuat penyediaan infrastruktur, seperti air, listrik, telepon, dan akses jalan yang bermanfaat bagi penduduk. Mereka juga bakal dilibatkan untuk menyediakan wisata kuliner sampai pertunjukan kesenian untuk wisatawan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*