JoSS, PURWOKERTO – Gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) yang berpusat di 119 kilometer barat daya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dirasakan hingga Purwokerto, Jawa Tengah. Robin, salah seorang pegawai Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Purwokerto, mengaku merasakan adanya guncangan kecil pada Senin siang (28/4/2014).
“Badan saya terasa goyang saat hendak siaran. Saya tidak tahu kalau guncangan itu akibat gempa,” katanya. Menurutnya, guncangan tersebut juga dirasakan oleh teman sejawatnya yang hendak melakukan perekaman.
“Mbak Naning yang mau rekaman, bilang kalau kursi yang didudukinya terasa goyang-goyang”. Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 5 SR terjadi pada hari Senin, pukul 12.20 WIB. Gempa yang berpusat di 9 derajat lintang selatan dan 110,32 derajat bujur timur atau 119 kilometer barat daya Gunungkidul dengan kedalaman 10 kilometer itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Di tanggal yang sama, 27 Mei 2006, 15 tahun lalu Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa hebat berkekuatan 5,9 Skala Ricther pagi hari Gempa ini memporak-porandakan dearah Yogyakarta dan sekitarnya, dan membuat banyak kerugian material maupun non material.
Tepat hari ini, 15 tahun sudah kejadian itu terjadi. Tagar #15TahunGempaJogja kembali menjadi buah bibir di Twitter. Warganet khususnya yang berada di daerah Yogyakarta dan sekitarnya memberikan cuitan di akun Twitter mereka. Akun Twitter klub sepakbola PSS Sleman mencuit tentang kejadian yang terjadi 15 tahun silam tersebut. “DIY, 27 Mei 2006”.
Hari ini tepat 15 tahun lalu gempa besar menggetarkan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Sejenak mari kita berdoa untuk mereka yang pergi meninggalkan kita. #15TahunGempaJogja” cuit akun @PSSleman, Kamis (27/05/2021).
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob dan Gelombang Tinggi Dampak Super Blood Moon
Bukan hanya itu, warganet juga berkomentar tentang bagaimana keaadan sewaktu kejadian gempa 15 tahun silam itu. Salah satunya akun bernama Garnis Swastika Winarno (@garnizswastiqa), dirinya mencuit bagaimana keadaan ketika dirinya sedang melaksanakan Ujian teriakan Tsunami terdengar dari warga sekitar.
“Lagi ujian sekolah trus pada teriak tsunamiiii tsunamiii… bubar semua…. Sore nya kaki tau” lumpuh” cuitnya, seperti dikutip dari kabar24.com.
Selain itu, akun @Lutfinuraini4 juga memberikan komentar tentang keadaanya sewaktu gempa tersebut terjadi. “Baru jalan dari sungai abis eek terus denger suara gempa kirain helikopter tak tungguin kok ga keliatan eh ternyata gempa, ibuk tambah panik soalnya aku dicariin ga ketemu #15TahunGempaJogja” tulisnya dalam akun twitter miliknya.
Lalu ada juga warganet yang memberikan komentar pada saat gempa terjadi dirinya kesiangan bangun dan mendengar gempa seperti suara helicopter.
“Bangun kesiangan jam 6 karena tiba2 ada teriakan suara ibu pas ditelinga tp ngga ada orang, aku tinggal sama Mbah Kakung, ibu dirumah, langsung ke kamar mandi wudhu, pas pegang mukena terdengar suara gemuruh kirain helikopter, lah koq goyang, udah rumah mbah roboh” tulis akun @RiaVertika1. (lna)

Leave a Reply