Infeksi Jamur Hitam di India Menggila, Mucormycosis Ini Biasanya Ditemukan Di Kotoran Hewan

Seorang pekerja medis merawat pasien yang terinfeksi mukormikosis, umumnya dikenal sebagai jamur hitam, di sebuah rumah sakit di Koti, Hyderabad, India, pada 20 Mei 2021 (Foto: xinhuanet.com)

JoSS, INDIA – Infeksi ‘jamur hitam’ di India makin menggila, di tengah tsunami Covid-19 yang hingga kini masih meluluhlantakkan wilayah itu. Parahnya obat anti-jamur yang digunakan dalam pengobatan infeksi langka yang disebut mucormycosis itu pasokannya menipis di seluruh negara bagian di India.

Dikutip dari BBC, Amphotericin B, yang diproduksi oleh banyak perusahaan India, juga dijual di pasar gelap. Ada banyak permintaan darurat di media sosial atas obat tersebut, karena kenaikan kasus mucormycosis.

Dokter-dokter mengatakan infeksi ‘jamur hitam’ itu dapat dipicu oleh penggunaan steroid bagi pasien Covid yang masuk kategori parah.

Mucormycosis disebabkan paparan jamur mucor yang biasanya ditemukan di tanah, tanaman, kotoran hewan, sayuran serta buah-buahan yang membusuk.

Jamur ini menginfeksi sinus, otak, dan paru-paru sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa pasien diabetes atau orang dengan tingkat imun rendah, seperti pasien kanker atau pengidap HIV/AIDS.

Di tengah terjangan gelombang kedua Covid-19 di India, para dokter melaporkan banyak kasus infeksi langka – yang juga dikenal dengan nama “jamur hitam” – pada pasien Covid-19 yang sedang menjalani penyembuhan dan mereka yang sudah sembuh.

Para dokter meyakini mucormycosis, yang menyebabkan tingkat kematian 50%, mungkin dipicu oleh penggunaan steroid, obat yang dapat menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 kategori parah dan kritis.

Steroid mengurangi pembengkakan pada paru-paru pasien dan tampak membantu mencegah kerusakan ketika sistem kekebalan tubuh bekerja keras untuk melawan virus corona.

Tetapi steroid juga dapat mengurangi kekebalan tubuh dan mendongkrak gula darah pasien Covid-19, baik yang mempunyai riwayat diabetes maupun tidak.

Penurunan imun ini diyakini dapat mendorong timbulnya kasus-kasus mucormycosis.

“Diabetes menurunkan sistem imun tubuh, virus corona memperparah kondisi itu dan kemudian obat steroid yang digunakan untuk mengatasi Covid-19 berfungsi seperti layaknya bahan bakar pada api,” jelas dr Nair kepada wartawan BBC di India, Soutik Biswas.

Baca juga: India Mulai Bangkit Dari Tsunami Covid-19, Begini Strateginya

Dr Nair bekerja di tiga rumah sakit di Mumbai, salah satu kota di India yang paling parah dilanda gelombang kedua.

Ia mencatat sudah ada sekitar 40 pasien yang mengalami infeksi jamur itu pada bulan April.

Sebagian besar dari mereka mengalami diabetes yang menjalani perawatan Covid-19 di rumah. Sebelas di antara mereka terpaksa menjalani operasi pengangkatan mata.

Antara Desember hingga Februari, hanya enam kolega dr Nair di lima kota – Mumbai, Bangalore, Hyderabad, Delhi dan Pune – melaporkan 58 kasus infeksi jamur hitam. Mayoritas pasien terinfeksi jamur antara hari ke-12 sampai hari ke-15 sesudah sembuh dari Covid-19.

Dokter-dokter mengatakan mereka terkejut atas keseriusan dan frekuensi dari infeksi jamur selama gelombang kedua, dibanding beberapa kasus selama gelombang pertama tahun lalu.

Banyak pasien mencari pertolongan ketika sudah terlambat, ketika sudah kehilangan penglihatan, dan dokter terpaksa melakukan operasi pengangkatan mata guna mencegah infeksi menjalar ke otak.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan di Negara Bagian Maharashtra, Rajesh Tope, mengatakan ada 1.500 kasus infeksi di wilayahnya. Negara bagian ini merupakan salah satu yang terdampak paling parah dalam gelombang kedua Covid-19 di India.

Sebanyak 52 orang meninggal karena mucormycosis di negara bagian itu semenjak wabah virus korona dimulai tahun lalu, ujar seorang pejabat senior departemen kesehatan kepada kantor berita PTI, pekan lalu.

Sejumlah pejabat di Negara Bagian Gujarat mengatakan hampir 900 kasus ‘jamur hitam’ telah dilaporkan dalam sebulan terakhir. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*