Bupati Batang Minta Pelaku UMKM Lokal Manfaatkan Peluang Usaha Adanya KIT dan BIP

Bupati Batang Wihaji (Foto: berita.batangkab.go.id)

JoSS, BATANG – Bupati Batang Wihaji meminta kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan peluang usaha, menyusul mulainya pembangunan industri di Kawasan Industri Terpadu Batang dan Batang Industri Park (BIP) di Kecamatan Tulis.

Menurutnya, kedua kawasan industri ini akan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Nanti pasti ada turunan-turunan bisnisnya karena tidak mungkin (industri di KITB) semua akan menggunakan teknologi canggih tetapi ada peluang usaha dari UMKM seperti penyediaan snack maupun makanan kecilnya,” katanya, Sabtu (22/5/2021), seperti dilansir dari Antara.

Peluang bisnis usaha para pelaku UMKM di sekitar KITB ini, kata dia, juga mendapat “support” dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang menyampaikan agar melibatkan warga lokal.

Wihaji mengatakan untuk mendukung ketrampilan tenaga kerja yang dipersiapkan bekerja di industri, pemkab melalui Dinas Ketenagakerjaan membentuk program “Batang Karier”.

“Nantinya, Balai Latihan Kerja yang akan bersinergi dengan perusahaan untuk menawarkan bidang tenaga kerja apa yang dibutuhkan. Tentunya melalui cara itu, kita akan paham apa yang harus dipersiapkan untuk dilatih,” katanya.

Ia mengatakan dengan pembangunan industri PT Nestle Indonesia, tentunya juga akan membuka peluang kesempatan tenaga kerja, ekonomi akan tumbuh, dan harus ada manfaat untuk masyarakat Batang.

“Dalam jangka waktu pendek, menengah, maupun panjang, berdirinya PT Nestle akan membutuhkan sebanyak 26 ribu peternak sapi karena perusahaan itu akan mengeluarkan belanja Rp4,5 miliar setiap hari kali setiap bulan sehingga hal itu akan membuka turunan bisnis untuk UMKM,” katanya.

Baca juga: Kunjungi Jateng, Dubes Korsel Bahas Kelanjutan Investasi di KIT Batang

Seperti diketahui, PT Nestle Indonesia menginvestasikan dana senilai US$220 juta setara Rp3,1 triliun untuk membangun pabrik baru di Bandaraya, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pabrik ini akan mempekerjakan 200 orang dengan memproduksikan produk susu cair dan minuman siap konsumsi ketika beroperasi penuh pada 2023.

Presiden Direktur Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar dalam peletakan batu pertama pabrik Bandaraya dan peresmian perluasan pabrik Nestle Indonesia di Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/5/2021), mengatakan investasi tersebut merupakan bukti komitmen jangka panjang perusahaan asal Swiss itu di Indonesia.

Investasi baru ini, lanjutnya sekaligus perluasan kapasitas produksi di tiga pabrik yakni Karawang, Jawa Barat; Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur; dan Panjang, Lampung.

“Keputusan untuk menginvestasikan 220 juta dolar AS untuk pabrik baru dan perluasan kapasitas pabrik-pabrik kami yang ada saat ini merupakan bukti komitmen jangka panjang kami di Indonesia,” katanya sebagaimana disiarkan secara daring lewat saluran Youtube BKPM TV, Kamis (20/5/2021).

Dilansir dari Antara, Ganesan mengatakan, bahwa investasi tersebut juga sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan produksi dalam negeri, khususnya produk bernilai tambah dan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat.

Lebih lanjut, pabrik baru di Batang akan menggunakan teknologi canggih guna memastikan standar operasional ramah lingkungan yang tinggi. Dia juga menegaskan, sebagaimana pabrik Nestle lainnya di Indonesia, pabrik Bandaraya akan memenuhi persyaratan halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pabrik Bandaraya di Batang akan mempekerjakan 200 orang dengan memproduksikan produk susu cair dan minuman siap konsumsi ketika beroperasi penuh pada 2023,” imbuhnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*