JoSS, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan bahwa Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman siap beroperasi mulai 1 Juni 2021. Kehadiran bandara ini diharapkan mampu mendongkrak pariwisata unggulan Purbalingga.
“Bandara JB Soedirman di Wirasaba, Purbalingga, siap beroperasi mulai 1 Juni 2021, hari ini kami sudah meninjau kesiapan pengaktifan operasionalisasi bandara,” katanya, Minggu (30/5/2021).
Menlansir dari Antara, Bupati menambahkan untuk mendukung persiapan operasional itu, pada Jumat (28/5), sudah dilakukan simulasi dalam rangka menyambut penerbangan komersial. “Menurut rencana pada 3 Juni 2021 pesawat Citilink sudah bisa mengudara di Bandara JB Soedirman dengan rute dari Jakarta dan Surabaya serta sebaliknya,” katanya.
Bupati menambahkan berdasarkan hasil peninjauan diketahui berbagai persiapan yang dilakukan telah berjalan dengan baik dan lancar. Dia juga kembali mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada tahun 2021 akan fokus pada upaya pemulihan ekonomi di wilayah setempat yang terdampak oleh pandemi COVID-19.
“Mudah-mudahan dengan adanya bandara bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah kabupaten berharap bahwa nantinya akan semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Purbalingga. Tentunya sektor wisata juga perlu digarap dengan optimal untuk menunjang keberadaan bandara ini,” katanya.
Sementara itu, Executive General Manager Bandara JB Soedirman Catur Sudarmono mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu pihaknya telah melakukan simulasi pelayanan penumpang. Dia menjelaskan proses simulasi itu melibatkan 20 orang anggota TNI AU Lanud Jenderal Besar Soedirman yang diperlakukan seolah sebagai penumpang pesawat.
Simulasi pelayanan itu dimulai ketika calon pengguna jasa bandara masuk ke terminal hingga naik ke pesawat.
“Kami bekerja sama dengan anggota TNI AU Lanud JB Soedirman. Mereka seolah sebagai calon penumpang pesawat. Simulasi juga memperhatikan protokol kesehatan karena saat ini masih pandemi COVID-19,” katanya.
Dia menambahkan bahwa menjelang “first flight” pada 1 Juni 2021 pihak Angkasa Pura II selaku penyedia bandara telah mempersiapkan banyak hal, termasuk dalam kaitannya dengan berbagai fasilitas untuk maskapai serta koordinasi dengan Airnav terkait dengan dukungan navigasi udara.
Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan bahwa Kabupaten Purbalingga memiliki banyak potensi wisata unggulan yang dapat terus dikembangkan guna mendukung perekonomian lokal.
“Purbalingga memiliki banyak potensi wisata, baik objek wisata alam, buatan, maupun industri kecil dan kerajinan. Dengan demikian, Pemkab Purbalingga diharapkan lebih optimal dalam pengembangan pariwisata di daerahnya,” katanya.
Baca juga: Jalur KA Bandara Kulonprogo Hampir Rampung, Juli Diuji Coba
Dia juga mengatakan, selain angka kunjungan wisatawan di Purbalingga yang cukup tinggi, perkembangan desa wisata di Purbalingga juga menggembirakan.
“Namun, agar dapat memberi kontribusi pada pendapatan asli daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat maka sektor pariwisata Purbalingga harus terus dibenahi dan dipacu,” katanya.
Untuk mendukung hal itu, kata dia, industri kreatif dan kuliner daerah perlu digarap lebih serius agar dapat terkoneksi dengan kegiatan pariwisata Purbalingga.
“Industri kerajinan batik khas Purbalingga, kerajinan peralatan rumah tangga dan kerajinan bulu mata yang juga tumbuh pesat di Purbalingga harus terkoneksi secara baik dengan sektor pariwisata,” katanya.
Dengan demikian, menurut dia, sentra-sentra kerajinan tersebut akan dapat menjadi bagian dari paket wisata Purbalingga.
“Kuliner Purbalingga juga perlu ‘dilakukan ‘branding’ agar dapat punya nilai jual di pasar wisata. Banyak kuliner khas Purbalingga, tapi harus terus ditingkatkan agar makin menggugah wisatawan untuk menjadikan kuliner Purbalingga sebagai bagian dari perjalanan wisatanya,” katanya.
Sementara itu, Chusmeru juga mengatakan bahwa kehadiran Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Purbalingga yang akan segera beroperasi dapat mempermudah aksesibilitas kunjungan pariwisata ke wilayah itu.
“Purbalingga akan diuntungkan dengan kehadiran Bandara JB Soedirman, karena dapat menambah aksesibilitas kunjungan wisata,” katanya.
Kendati demikian, kata dia, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam rangka menindaklanjuti akan segera beroperasinya Bandara JB Soedirman.
Misalkan membangun konektivitas, baik secara fisik maupun sosial ekonomi. Konektivitas fisik diperlukan setelah Bandara JB Soedirman mulai beroperasi nantinya,” katanya. (lna)

Leave a Reply