Waduk Gajah Mungkur Bakal Direnovasi Jadi Seperti Wisata Guatape Dam, Kolombia

Waduk Gajah Mungkur Wonogiri (Foto: fubukiaida.com)

JoSS, WONOGIRI – Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri bakal dirombak total menjadi seperti Wisata Guatape Dam, Kolombia. Nantinya wisata baru Wonogiri itu akan memiliki 46 wahana, dan bakal menjadi yang terbesar di Jawa Tengah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitan dan Pengembangan atau Bappeda Litbang Wonogiri, Heru Utomo, mengatakan pengembangan WGM Wonogiri itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp170 miliar.

Dia menambahkan pengembangan WGM Wonogiri itu akan mengacu pada Wisata Guatape Dam, Kolombia. Dilengkapi puluhan wahana wisata yang sebagian besar belum pernah ada di di Wonogiri. Seperti teras pantai waduk, Museum Gajah Mungkur, taman tematik dan lanskap, taman opera, taman pintar, dan infinity pool.

Selain itu pedestrian kaca, bianglala, agrowisata, kebun raya, kawasan lintas alam dan jalur olahraga sepeda ekstrem atau downhill, area pemandangan waduk dari jalan atau scenic lake from road, dan sebagainya.

“Pengembangannya akan mengadopsi Wisata Guatape Dam, Kolombia karena karakterisik kawasan di sana dengan area WGM Wonogiri mirip. Ada kawasan perairan, perbukitan, dan sebagainya,” kata Heru, seperti dilansir dari solopos.com.

Baca juga: Objek Wisata Waduk Cengklik Park Dibuka, Ada 9 Wahana Menarik

Dia melanjutkan, pengembangan kawasan wisata tersebut merupakan proyek Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan merupakan proyek tahun jamak 2021-2023. Pekerjaan fisik kemungkinan besar akan dimulai Agustus mendatang.

Pada tahap awal proyek akan fokus pada pengembangan kawasan Wisata WGM terlebih dahulu. Selain di lahan wisata milik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo atau BBWSBS seluas 7,5 ha, pengembangan juga dilaksanakan di lahan Pemkab seluas 3,5 ha. Selain itu bakal ada pengembangan di kawasan sisi barat Wisata WGM seluas 115 ha.

Pejabat utusan dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman akan meninjau lokasi yang akan dikerjakan dalam waktu dekat. Pejabat bersangkutan juga bakal memberi paparan di forum diskusi kelompok khusus atau focus group discussion (FGD) dengan Bupati Joko Sutopo. FGD akan melibatkan banyak pihak, termasuk nelayan, petani ikan, warga, pemerintah desa, dan lainnya.

Lahan Warga

Berdasar perencanaan konsultan, kawasan yang dikembangkan fokus di lahan aset BBWSBS. Namun, tidak menutup kemungkinan pengembangan bisa sampai lahan warga. Terkait hal itu ada dua skenario yang disiapkan, yakni pengembangan di lahan seluas 5,24 ha dan 1,37 ha. Lahan warga yang digunakan untuk pengembangan itu tidak ada permukimannya.

“Setelah jadi nanti kawasan wisata ini tidak menutup kemungkinan menjadi kawasan wisata terbesar di Jateng. Nama objek wisatanya belum diputuskan. Ini akan jadi ikon Wonogiri dan diharapkan bisa menjadi modal awal kemajuan daerah. Soal siapa yang akan mengelola masih akan dibicarakan lebih lanjut, entah nanti Perum Jasa Tirta, BBWSBS, atau Pemkab Wonogiri,” ucap Heru. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*