
JoSS, SEMARANG – Di antara ribuan peserta yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Diponegoro pada hari ke-3, Rabu (14/4), terdapat seorang peserta menggunakan kursi roda pasca kecelakaan.
Chantika Diffa Raihan, salah seorang peserta UTBK tersebut mengikuti UTBK di Universitas Diponegoro Semarang berasal dari SMA Teuku Umar Semarang Jawa Tengah yang dapat mengikuti UTBK di Laboratorium E-Learning Gedung ICT Kampus Undip Tembalang.
Dengan bantuan kursi roda pasca kecelakaan kendaraan bermotor, Chantika nama panggilan peserta tersebut begitu semangat mengikuti UTBK untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Chantika sendiri dalam seleksi SBMPTN kali ini memilih prodi pilihan pertama yaitu S1 Kesehatan Masyarakat FKM Undip.
Di lain kesempatan, Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama mengatakan bahwa dalam pelaksanaan UTBK, Undip ramah difabel. Untuk itu, Undip telah menyiapkan fasilitas yang diperlukan mulai dari lokasi, alat khusus dan pemrograman serta sarana prasarana pendukung lainnya.
Baca juga: UNDIP Tawarkan Beasiswa S3 ke Abu Dhabi di Khalifa University, Pendaftaran Hingga 2 Mei 2021
Panitia juga menyiapkan petugas khusus untuk membantu kebutuhan peserta difabel dan juga peserta yang menggunakan kursi roda karena kecelakaan.
“Dengan demikian, peserta difabel dan yang berkebutuhan khusus,juga peserta yang menggunakan kursi roda karena kecelakaan dapat mengikuti UTBK dengan nyaman dan lancar,” ucap Prof Yos, dilansir dari undip.ac.id.
Universitas Diponegoro selalu menjadi salah satu kampus pilihan diantara perguruan tinggi yang lain bagi calon mahasiswa-mahasiswi baru. Undip adalah PTN yang memiliki sederet keunggulan dan prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Akreditasi Undip secara institusi telah mendapat peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Sofi Afida Ningrum (lulusan SMA Sultan Agung I Semarang), Febzia Fajar Inayah (lulusan SMA Sultan Agung I Semarang) dan Rizki Nanda Al Kausar (lulusan SMA N I Boja) adalah peserta UTBK-SBMPTN yang memilih Universitas Diponegoro sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan.
“Undip adalah universitas favorit di Jawa Tengah, saya sangat ingin masuk di universitas terbaik, jurusan yang saya pilih adalah Keperawatan dan Administrasi Bisnis. Saya ingin jadi pebisnis yang handal atau di bidang kesehatan karena menjadi tim kesehatan adalah tugas yang mulia. Semoga saya diterima di salah satu jurusan yang saya pilih,” ungkapnya.
Senada denga Febzia, Sofi juga mengatakan pilihan pertamanya adalah Manajemen dan pilihan kedua Kesehatan Masyarakat. “Saya ingin kerja di bank, saya berpikir bahwa jurusan yang mendukung cita-cita saya adalah Manajemen, jika tidak diterima mungkin bisa masuk di FKM karena saya juga tertarik di bidang kesehatan. Bagi saya Undip itu adalah universitas yang bagus dan favorit jadi saya memilihnya,” tuturnya.
Sementara Rizki menyampaikan, ia ingin masuk di Undip seperti saudara-saudaranya yang kuliah di Undip, ia memilih jurusan Hukum dan Informatika. “Selain kakak-kakak kuliah di Undip, saya memilih jurusan Hukum karena ingin melanjutkan perjuangan ayah sebab beliau lulusan sarjana hukum dan bekerja di bidang hukum juga, sedangkan Informatika karena sejak dulu suka komputer”. “Selain universitas favorit, Undip itu Kampus yang besar dan bagus, semoga saya lolos ujian ini, jika saya diterima pasti saya akan semangat belajar untuk berjuang di jurusan pilihan saya hingga lulus tepat waktu” lanjutnya. (lna)

Leave a Reply