[widget id="text-5"]

Tiga Dosen Teknik Kimia UNDIP Promosi Guru Besar Bersamaan

JoSS, SEMARANG – Tiga dosen Prodi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) menjalani promosi menjadi guru besar pada waktu yang bersamaan. Ketiga kandidat profesor tersebut yaitu Dr Dyah Hesti Wardhani ST MT; Dr Ir Setia Budi Sasongko DEA; dan Dr Aji Prasetyaningrum ST MT secara berurutan melakukan presentasi ilmiah secara online dalam Rapat Pleno Dewan Profesor Senat Akademik (SA), Kamis (15/4/2021).

Pada hari yang sama, selain tiga dosen Prodi Teknik Kimia, seorang dosen dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) atas nama Dr Ing Wiwandari Handayani ST MT, juga mengikuti promosi sebagai guru besar. Acara terbagi dalam dua sesi, dimana setiap sesi diisi presentasi dua kandidat. Hingga keseluruhannya ada empat kandidat guru besar yang sudah menyampaikan presentasi ilmiah materi untuk bahan pidato pengukuhannya.

Ketua Senat Akademik Undip, Prof Ir Edy Rianto MSc PhD IPU; mengatakan presentasi selain untuk mematangkan materi ilmiah yang dipersiapkan para kandidat, juga merupakan ruang interaksi agar lebih saling mengenal. Jangan sampai ada profesor baru, para profesor yang sudah ada tidak tahu dan tidak mengenalnya, kata Edy Rianto.

Sebelum presentasi dimulai, Ketua Dewan Profesor Undip, Prof Dr Ir Purwanto DEA, melaporkan progres dan posisi pemenuhan kelengkapan persyaratan administrasi dari masing-masing kandidat. Untuk angka kredit usulan yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian dan penunjang jika dilihat PAK (Penilaian Angka Kredit) dan usulannya sudah melewati angka kebutuhannya. Begitu juga dengan syarat sebagai penulis utama di jurnal internasional bereputasi, semua kandidat sudah bisa memenuhi.

Kandidat pertama yang melakukan presentasi adalah Dr Dyah Hesti Wardhani ST MT dengan Presentasi Ilmiah Calon Guru Besar berjudul “Preparasi Biomaterial Berbasis Glukoman dari Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) untuk Penyalut Senyawa Aktif sebagai Upaya Pengembangan Produk Pangan Fungsional Nasional”. Dyah yang lahir Purbalingga pada 28 Mei 1976 ini menamatkan pendidikan S1 di Jurusan Teknik Kimia Undip tahun 1998, kemudian melanjutkan ke Magister Teknik UGM lulus tahun 2002 dan gelar doktor diperoleh dari University Of Manchester tahun 2009.

Baca juga: Magister Ilmu Ternak FPP UNDIP Tawarkan Program Double Degree Dari 7 Universitas Top Luar Negeri

Tema yang diangkat Dyah menarik perhatian anggota Dewan Profesor karena menyangkut porang atau dikenal di Jawa sebagai iles-iles yang potensial menjadi pangan fungsional di Indonesia. Istilah pangan fungsional pertama kali digunakan tahun 1980 di Jepang dengan istilah Foods for Spesified of Health Use (FOSHU), kemudian di Indonesia pada tahun 2005 ditetapkan melalui Peraturan Kepala Badan POM Nomor: HK.00.05.52.0685 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional. Di peraturan tersebut pangan fungsional definisikan sebagai pangan olahan yang mengandung satu, atau lebih komponen fungsional (Bioactive compounds), yang berdasarkan kajian ilmiah, yaitu pembuktian uji klinis, benar-benar mempunyai fungsi fisiologis yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dr Ir Setia Budi Sasongko DEA yang mendapat giliran kedua memaparkan presentasi ilmiah berjudul “Kinetika dan Optimasi Energi Pengeringan Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Bahan Makanan Kering”. Budi Sasongko yang lahir di Magelang pada Magelang, 26 Desember 1961 mendapat gelar insinyur dari Fakultas Teknik Undip tahun 1987, kemudian melanjutkan program strata dua dan memperoleh gelar DEA (Chemical Engineering,Universite de Technologie de Compiegne, France) Tahun 1995, serta meraih gelar doktor dari Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia Tahun 2001.

Kandidat lainnya dari Teknik Kimia yakni Dr Aji Prasetyaningrum ST MT mengusulkan karya ilmiah berjudul “Pengembangan Teknologi Pengolahan Rumput Laut untuk Peningkatan Ketahanan Pangan dan Derajat Kesehatan Masyarakat”. Prasetyaningrum meraih gelar doktor dari Fakultas Teknik Undip di tahun 2018. Sedangkan gelar Magister Teknik diperoleh dari ITB tahun 1997, sementara pendidikan sarjana tekniknya diselesaikan di Undip tahun 1993.

Sementara itu dosen PWK Fakultas Teknik Undip, Dr. -Ing. Wiwandari Handayani, ST, MT, MPS; yang memaparkan presentasi “Ketahanan Wilayah dan Kota (Urban and Regional Resilience) Konsep dan Operasional dalam Perencanaan Pembangunan di Indonesia” mendapatkan gelar Sarjana Teknik dari Undip. Gelar Magister Teknik diperoleh dari (ITB, kemudian MPS (Master of Professional Studies) dari Australian National University. Sedangkan gelar Dr.-Ing diperolehnya dari Stuttagart University. (wid)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]