JoSS, PURWOKERTO – Pengelola Terminal Bus Bulupitu Purwokerto melakukan tes acak deteksi virus corona menggunakan GeNose C19. Tes acak ini dilakukan secara random bagi calon penumpang yang hendak berangkat dari terminal ini, maupun penumpang yang baru datang.
Pengelola Administrasi Perkantoran Terminal Bus Bulupitu Purwokerto, Yusuf menjelaskan layanan tes deteksi virus corona ini masih terbatas jumlahnya, yakni sekitar 10-20 penumpang saja. Hal ini karena keterbatasan kantong udara untuk tes GeNose C-19 yang tersedia.
“Dalam satu hari kita baru bisa melakukan tes terhadap 10 sampai 20 penumpang diambil secara random kepada calon penumpang. Targetnya memang penumpang yang datang maupun pergi. Terutama AKAP,” katanya, belum lama ini, seperti dilansir dari suara.com.
Sebagaimana diketahui, salah satu peraturan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui surat edarannya menyampaikan untuk transportasi darat, laut dan udara sudah ada kebijakannya masing-masing. Untuk waktu layanan pemeriksaan GeNose C-19 di terminal setempat, dari pukul 09.00-11.00 WIB.
“Untuk darat memang kita tidak mewajibkan penumpang itu melampirkan bukti negatif Rapid Antigen dan juga GeNose, sehingga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengambil langkah melakukan sampling terhadap penumpang yang datang dan akan berangkat,” jelasnya.
Baca juga: UGM dan RSUP Dr Sardjito Kembangkan Terapi Pasien Covid-19 Menggunakan Sel Punca
Untuk tahap awal tersebut menurut Yusuf, Dirjen Perhubungan Darat memberikan bantuan alat GeNose C-19 beserta 300 kantong udara. Jumlah tersebut diperkirakan akan habis dalam satu bulan.
“Dengan estimasi sehari 10 atau 20, mungkin akan habis dalam satu bulan. Itupun kalau misalkan sisa tinggal 100 kita langsung komunikasi ke pusat mungkin akan dikirim,” lanjutnya.
Yusuf menjelaskan ada beberapa kriteria dalam menangani penumpang yang misalkan hasil tesnya positif. Jika hasil tersebut dibawah 0,55 maka penumpang diberi waktu istirahat selama 30 menit.
“Apabila hasilnya itu diatas 0,55 yang bersangkutan harus diperiksa ulang pada H+1. Untuk pelaksanaan GeNose C-19 ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, penumpang tersebut wajib puasa dahulu 30 menit sebelum pemeriksaan. Karena ada kemungkinan hasil positif dari kesalahan tersebut (tidak puasa),” ungkapnya.
Menurutnya, apabila hasil sampling random tersebut menunjukkan positif yang sesungguhnya, maka pihaknya merekomendasikan untuk mengurungkan niatnya untuk pergi. Lalu memberikan anjuran agar penumpang melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Rapid Antigen ataupun Swab.
“Itupun dengan catatan 3 maupun 5 hari dari hasil GeNose C-19 keluar. Karena untuk Covid-19 sendiri itu ada massa inkubasi. Alat ini mendeteksi kurang lebih akurasinya sekitar 90 persen. Apabila hari ini positif apabila langsung di tes Antigen belum tentu juga hasilnya positif,” terangnya. (lna)

Leave a Reply