Kakorlantas Sebut Mudik Sebelum 6 Mei Bakal Diperlancar

Kakorlantas Polri, Inspektur Jenderal Istiono (Foto: korlantas.polri.go.id)

JoSS, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan mulai melakukan penyekatan terhadap sejumlah titik untuk menahan laju masyarakat melakukan mudik Lebaran Idul Fitri 2021 pada 6 hingga 17 Mei mendatang. Jadwal penyekatan mudik jalan tol berlangsung selama 12 hari.

Sebelum itu, kepolisian menggelar fase operasi keselamatan dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) untuk memberikan sosialisasi terkait kebijakan larangan mudik dan penyekatan ini.

Artinya, sebelum larangan mudik berlangsung masyarakat masih dapat melintasi titik-titik checkpoint yang tengah dipersiapkan kepolisian.

“Operasi keselamatan ini bertujuan untuk mengingatkan, sosialisasi supaya tidak mudik di tanggal 6 sampai 17 Mei. Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6 ya silakan saja. Kami perlancar, setelah tanggal 6 mudik tidak boleh. Kami sekat itu,” kata Kakorlantas Polri, Inspektur Jenderal Istiono dalam keterangan tertulis (14/4).

Istiono menjelaskan, anggota baru akan memutarbalikkan kendaraan pada saat  larangan mudik sudah diberlakukan, yakni pada 6 hingga 17 Mei 2021.

Baca juga: Larangan Mudik, Terminal Giwangan Bakal Tolak Bus Antar Kota Antar Provinsi

“Operasi Ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan tanggal 6-17 Mei selama 12 hari. Operasi ini operasi kemanusiaan, tindakan kami ialah persuasif humanis,” katanya.

Dia menerangkan, selama masa tersebut kepolisian bakal memutarbalikkan kendaraan yang mencoba melintas di posko penyekatan yang sudah disiapkan. Tujuannya, kata dia, agar tidak ada masyarakat yang lolos dan melakukan mudik selama masa pandemi virus corona (Covid-19) Saat ini.

Dalam hal ini, Istiono menyatakan bahwa kepolisian telah menyiagakan 333 titik penyekatan dari Lampung hingga Bali.

Istiono pun mengatakan bahwa sejumlah pos penyekatan telah mulai disiapkan oleh jajaran kepolisian kewilayahan.

“Dari Karawang pun, tadi setelah saya cek saya lihat, titik yang dibangun 14 titik. Termasuk jalur-jalur kecil, jalur alternatif, jalur tikus juga sudah dilakukan pembangunan pos-pos penyekatan,” tambah Istiono.

Selain itu, kata dia, kepolisian pun mengecek titik-titik lokasi lain yang mungkin masih dapat menjadi celah bagi masyarakat melewati posko penyekatan yang ada. Yang difokuskan, kata dia, ialah titik penyekatan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Skema untuk melakukan penindakan terhadap para pemudik yang masih nekat untuk melintas juga sudah dipersiapkan.

“Tadi sudah saya cek dari Jakarta, Bekasi, di mana titik penyekatan akan dilaksanakan. Beberapa titik jalur alternatif maupun jalur tikus yg sudah diantisipasi di masing-masih polres dari Bekasi perbatasan kota, perbatasan kabupaten sudah dibangun dan dilaksanakan,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*