Anggaran Habis, Dinsos Jogja Hentikan Bantuan Makanan Bagi Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Penyedian fasilitasi makanan siap saji bagi warga isolasi mandiri oleh Pemkot Jogja beberapa waktu lalu yang mana menggantikan bantuan sebelumnya berupa bahan mentah (Foto: warta.jogjakota.go.id)

JoSS, JOGJA – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta terpaksa menghentikan pasokan bantuan makanan bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Pasalnya, anggaran yang dialokasikan untuk bantuan makanan sudah habis.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan penghentian bantuan makanan bagi pasien isolasi mandiri dilakukan pada akhir Maret. Dana yang dialokasikan untuk memberikan bantuan makanan sebesar Rp600 juta sudah terserap 100 persen.

“Kami sedang mengupayakan refocusing anggaran untuk pemenuhan bantuan makanan bagi pasien isolasi mandiri. Sesegera mungkin bisa kami penuhi kembali. Karena ternyata, jumlah pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah sesuai rekomendasi puskesmas cukup banyak sehingga anggaran yang dialokasikan tidak cukup,” ujar Maryustion, dilansir dari tempo.co, Selasa (13/4/2021)

Setiap pasien yang melakukan isolasi mandiri akan mendapat bantuan makanan sebanyak tiga kali sehari. “Biasanya, dalam satu rumah tidak hanya ada satu pasien yang isolasi mandiri, tetapi hampir semua penghuni rumah juga masuk kategori isolasi mandiri,” tuturnya.

Meskipun pasokan makanan terhenti, namun Maryustion memastikan kebutuhan makanan bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di Shelter Tegalrejo tetap terpenuhi.

Baca juga: Khusus Ramadan, KRL Solo-Jogja Izinkan Penumpang Berbuka Puasa di Dalam Gerbong

Dinas Sosial Kota Yogyakarta memilih pola pemberdayaan kelompok kuliner masyarakat yang tergabung dalam program Gandeng Gendong untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi pasien Covid-19.

Sementara itu, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Jogja Antonius Fokki Ardiyanto mengusulkan agar pemberian bantuan makanan bagi pasien isolasi mandiri dialokasikan melalui pos anggaran biaya tidak terduga. Ia menilai jika menggunakan mekanisme refocusing anggaran maka membutuhkan proses panjang.

“Lebih baik menggunakan biaya tidak terduga sehingga masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dapat memastikan pemenuhan kebutuhan makanan,” ujar Antonius soal penghentian pasokan makanan bagi pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri.

Diketahui, penambahan jumlah kasus harian di DIY hingga kini masih relatif tinggi. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 pada hari Selasa ini bertambah 232 orang, sehingga totalnya menjadi 35.948 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa, mengatakan berdasarkan wilayah domisili, 232 pasien positif itu terdiri atas 62 pasien sembuh terdiri atas satu kasus asal Kota Yogyakarta, 25 kasus Kabupaten Bantul, 51 kasus asal Kulonprogo, tiga kasus asal Gunungkidul, serta 91 kasus Kabupaten Sleman.

Sementara itu, jika mengacu riwayat kasusnya, sebanyak 144 pasien hasil penelusuran (tracing) kontak kasus positif, 54 pasien periksa mandiri, satu kasus pelaku perjalanan luar daerah, serta 33 orang belum ada keterangan.

Selain pasien positif, Berty juga mencatat 231 tambahan pasien sembuh, sehingga total jumlah kasus sembuh COVID-19 di DIY menjadi 30.236 orang.

Ia mengatakan dilihat berdasarkan wilayah domisili, 231 pasien sembuh itu terdiri atas 27 orang asal Kota Yogyakarta, 41 orang asal Kabupaten Bantul, enam orang asal Gunung Kidul, 76 orang asal Kulon Progo, serta 81 orang asal Kabupaten Sleman.

Selain itu, Berty juga mencatat jumlah kasus pasien meninggal tujuh pasien sehingga total kasus meninggal di DIY menjadi 869 orang.

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan, total suspek COVID-19 di DIY, hingga Selasa (13/4/2021), tercatat 37.786 orang.

Dari jumlah tersebut, 35.948 orang terkonfirmasi positif, di mana 30.236 orang di antaranya sembuh dan 869 orang meninggal. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*