Tawur Agung Nyepi 2021 di Prambanan Digelar Sederhana dan Terbatas

Foto: twitterTWC MEDIA @TWCMEDIAA

JoSS, SLEMAN – Ritual Upacara Tawur Agung Kesanga sebagai rangkaian menyambut hari raya Nyepi digelar di plataran Candi Prambanan, Sabtu (13/3/2021). Perayaan yang mengangkat tema ‘Memayu Hayuning Bhuwana dan Meningkatkan Harmoni Menuju Indonesia Sehat’ ini mengajak umat untuk refleksi terhadap kondisi saat ini dan membangun kehidupan yang lebih baik lagi.

“Mari momentum ini kita gunakan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh bangsa Indonesia diberi kekuatan. Momen ini bisa digunakan untuk membangun kehidupan yang baru, kehidupan yang lebih baik untuk menghadapi tantangan di era pandemi ini,” ujar Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dalam sambutannya pada upacara tersebut.

Upacara Tawur Agung dilaksanakan sebagai proses penyucian manusia dapat hidup selaras dengan alam semesta dan melestarikan keharmonisan dengan alam. Biasanya, Ritual Tawur Agung diisi oleh beragam kegiatan seperti tari Ogoh-ogoh dan pentas tari budaya.

Tahun ini, ritual jelang Nyepi ini diselenggarakan secara sederhana dan penuh khidmat. Untuk perayaan kali ini penyelenggara membatasi jumlah orang yang datang langsung.

“Paling banyak memang di Prambanan dengan jumlah 100 peserta. Di tempat lain hanya 50 orang. Kami mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah demi ikut serta menurunkan kurva pandemi,” ujar Ketua Panitia Nyepi 1 Saka 1943 I Wayan Tartama.

Tawur Agung Kesanga terdiri dari beberapa prosesi, seperti prosesi Mendak Tirta alias menjemput air suci. Dalam ritual ini, para umat beriringan mengarak umbul-umbul, berbagai persembahan diiringi bunyi gamelan menuju ke Candi Siwa. Setelah itu, rombongan berjalan mengelilingi Candi Dewa Siwa sebanyak tiga kali searah jarum jam.

Prosesi Pradaksina kali ini berjalan dalam suasana yang khusyuk mengingat peserta dalam jumlah terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setelah itu, rombongan pembawa Tirta disambut dengan tari penyambut Tirta yang bertajuk Tari Rejang Dewa. Tari klasik ini merupakan tari yang mengiringi tirta Tawur Kesanga yang nantinya menjadi medium penyucian peserta upacara.

Baca juga: Bandara Hingga Pelabuhan di Bali Ditutup 24 Jam Saat Hari Raya Nyepi

Dalam momen ini, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengajak seluruh peserta agar lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan, terutama di kala pandemi ini. Penyelenggaraan Tawur Kesanga ini diharapkan bermakna spiritual dan ritual buat seluruh umat hidup untuk lebih mendekatkan diri kepada sumber kehidupan.

“Prosesi ini bisa menjadi momentum pengingat, betapa lemahnya kita terhadap alam. Pandemi ini ternyata bisa melumpuhkan seluruh aktivitas kegiatan kita. Semoga melalui prosesi ini, kita lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan,” harapnya.

Sementara itu dalam pesannya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat Hindu untuk menjadikan Hari Nyepi 2021 sebagai momentum memuliakan alam, memberikan jeda sejenak kepada alam agar kembali menata keseimbangan.

“Kita muliakan alam, maka alam akan memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan,” ujarnya pada Sabtu (13/3/2021).

Dia berharap umat Hindu dapat menggali makna terdalam yang diyakini dari peringatan Hari Nyepi selama menjalani Catur Brata Penyepian; Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.

“Temukan indahnya cahaya teduh sang diri dalam gelap dan hening menjalani Catur Brata penyepian, semoga menjadi lentera dalam menatap masa depan bangsa dan negara,” kata Yaqut.

Da juga mengajak umat Hindu berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. “Semoga pandemi segera berlalu dalam harmoni menuju Indonesia maju.” (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*