Pembebasan Lahan Tol Solo-Jogja di Klaten Baru Mencapai 10%

Ilustrasi (Foto: gridoto.com)

JoSS, KLATEN – Tim pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Solo-Jogja telah merampungkan lima desa dari 50 desa di wilayah Kabupaten Klaten yang terdampak proyek strategis nasional tersebut.  Total 285 bidang lahan sudah dibayar ganti kerugiannya dengan total nilai sekitar Rp300 miliar.

Pembayaran ganti kerugian lahan terdampak proyek strategis nasional itu sudah dilakukan kepada warga pemilik lahan terdampak di Sidoharjo, Kapungan, dan Kahuman, Kecamatan Polanharjo. Kemudian Desa Mendak dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Delanggu.

Pekan ini, tim pembebasan lahan tol Solo-Jogja di wilayah Klaten sudah menggelar musyawarah penetapan ganti kerugian untuk Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, serta Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. Musyawarah direncanakan berlanjut ke Desa Glagahwangi dan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo.

Anggota Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan Tol Jogja-Solo, Christian Nugroho, menjelaskan musyawarah merupakan proses sebelum pembayaran ganti kerugian. Sedangkan waktu pembayarannya tergantung dari warga pemilik tanah terdampak.

Baca juga: Tol Jogja-Cilacap Via Kulonprogo Belum Bisa Dikerjakan, Ini Kendalanya

“Selama berkas siap, dalam sepekan setelah musyawarah diajukan ke LMAN [lembaga manajemen aset negara] untuk diverifikasi. Kecepatan pembayaran tergantung dari LMAN bukan dari kami. PPK hanya sebagai juru bayar,” kata Christian, dilansir dari Solopo.com.

Christian mengatakan selama ini proses pembebasan lahan terdampak tol Solo-Jogja wilayah Klaten berjalan lancar. Hingga kini, belum ada penolakan dari warga. “Saat musyawarah warga jusa sudah menandatangani kesepakatan. Belum ada penolakan,” urainya.

Jalan tol Solo-Jogja bakal melintasi sekitar 50 desa di 11 kecamatan wilayah Kabupaten Klaten dengan total luas lahan yang dibebaskan sekitar 3.775.215 meter persegi. Klaten menjadi daerah terdampak paling luas dibandingkan kabupaten lainnya sepanjang rencana proyek tersebut.

Salah satu desa terdampak proyek tol yakni Desa Beku, Kecamatan Karanganom. Selain sawah, di desa tersebut ada permukiman yang bakal tergusur proyek strategis nasional tersebut.

Pemukiman yang masuk daftar pembebasan lahan untuk proyek tersebut berada di Dukuh Sidorejo. Ada sekitar 14 rumah pada jalur rencana tol dan perkampungan yang bakal terbelah jalan bebas hambatan. Selain itu, ada sejumlah makam yang ikut tergusur. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*