Pemadaman Kebakaran Kilang Minyak Balongan Butuh Waktu 3 Hari, 900 Warga Mengungsi

Kebakaran Kilang Pertamina Balongan (Foto: pasjabar.com)

JoSS, INDRAMAYU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu sebelumnya memprediksi kebakaran di kilang minyak tersebut baru padam tiga hari. Sementara itu hingga kini sedikitnya 900 warga sekitar kilang mengungsi.

“Hanya untuk memadamkan saja tiga hari untuk benar-benar padam,” ucap Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu Caya

Sementara itu Unit Manager Commrel & CSR Pertamina RU VI Balongan Indramayu Cecep Supriyatna mengatakan kebakaran di kilang minyak pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, belum bisa dipadamkan hingga Senin (29/3) malam.

Namun, api dilaporkan mulai mengecil. Pihaknya saat ini terus memantau penanganan kebakaran tangki kilang untuk memastikan api tidak menjalar ke tangki lainnya.

Dia menambahkan untuk tangki yang terbakar ada tiga, akan tetapi informasi yang diperoleh hanya ada satu berisi minyak dan gas.

Menurut Cecep, sebelum terjadi kebakaran dan ledakan warga sekitar juga sempat mencium bau yang menyengat dari arah tangki.

“Kalau tidak salah pas malam juga ada warga yang mengeluhkan bau dulu, sebelum terjadi kebakaran,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Kebakaran, sambungnya diduga terjadi karena petir menyambar salah satu tangki. Kendati demikian, hal itu masih perlu didalami lagi.

Dalam keterangannya pada awak media, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyastuti menjelaskan insiden tersebut terjadi di area tanki penyimpanan BBM pada dini hari tadi. Lokasi yang terdampak sekitar 2 hektar dari total 180 hektar area Kilang Balongan.

Baca juga: 400 Ribu Barel Minyak Raib Akibat Kebakaran Kilang Pertamina di Balongan, Begini Dampak Pasokan BBM Nasional

Dari 72 tanki di area kilang dengan total kapasitas 1,35 juta Kilo Liter (KL), ada 4 tanki yang terdampak atas insiden tersebut dengan kapasitas 100 ribu KL atau sekitar 7 persen dari total kapasitas penyimpanan di kilang Balongan.

“Kami akan lakukan upaya dengan extra effort untuk segera memadamkan api,” jelasnya.

Menurut Nicke, Pertamina terus mengupayakan pemadaman api di area terdampak dengan memompa air laut untuk memadamkan total titik api. Untuk memompa air laut, perseroan mendatangkan bantuan pompa submersible dari RU IV Cilacap.

“Ketika nanti api sudah bisa dipadamkan kita baru dapat melakukan start up untuk mengoperasikan kilang. Tentu kita harus pastikan semuanya aman,” tambahnya.

Pertamina memastikan keamanan warga di sekitar lokasi kejadian kebakaran dengan melakukan evakuasi ke tempat aman.

Dikutip dari www.pertamina.com, diperkirakan saat ini terdapat sekitar 200-an warga yang diungsikan di Pendopo Kabupaten Indramayu, sekitar 400 orang di Islamic Center Indramayu, dan sekitar 350 warga di GOR Perumahan Bumi Patra.

Pertamina juga tengah mengupayakan berbagai bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga di pengungsian.

Warga yang diungsikan berasal dari Desa Balongan yang merupakan desa yang berlokasi paling dekat dengan tempat kejadian.

Di tempat pengungsian, Pertamina menyiapkan kelengkapan pencegahan Covid -19 berupa masker dan hand sanitizer, serta memastikan warga tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Untuk logistik, Pertamina akan bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Indramayu untuk membantu penyediaan konsumsi bagi warga di pengungsian.Selain itu, Pertamina juga menyiapkan terpal, dan kebutuhan warga lainnya di pengungsian.

Sementara itu, upaya pemadaman masih terus berlangsung. Pertamina mendatangkan tim HSSE (health safety, security and environment) dari unit kilang terdekat yakni Kilang Pertamina Cilacap, Pertamina EP, Kilang Pertamina Plaju, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Indramayu untuk segera mengupayakan pemadaman kebakaran tangki kilang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*